sick-asian-girl-medical-face-mask-standing-by-window-yearning-go-outside-being-quar-768x512-1.jpg

22/03/2022 0

Bulan Ramadhan kurang beberapa lagi, semua umat muslim akan menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh. Tentunya masih saja berdampingan dengan kondisi saat ini, yaitu pandemi yang belum berakhir. Selama menjalankan ibadah puasa kita harus mempersiapkan kondisi tubuh yang tetap sehat. Namun, apakah boleh saat seseorang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) ikut berpuasa?

Nah, berikut penjelesannya yang telah kami rangkum dari berbagai sumber..

Apakah pasien positif COVID-19 boleh berpuasa?

Berpuasa adalah salah satu ibadah dalam agama islam, yang mewajibkan untuk menahan lapar dan haus dalam jangka waktu tertentu. Ada golongan orang-orang yang tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah ini, yakni orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), lanjut usia, wanita hamil, dan orang yang sedang sakit.

Seperti yang kamu tahu, virus COVID-19 dapat menyerang siapa saja, terlebih lagi dengan munculnya varian baru Omicron yang punya tingkat penularan lebih cepat dibanding varian COVID-19 lainnya.

Lalu, bagaimana jika kamu terserang COVID-19 dan harus jalani isoman saat puasa? Dokter Vito A. Damay, spesialis penyakit jantung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dilansir dari antaranews.com menjelaskan bahwa pasien yang menderita COVID-19 ringan atau yang tidak bergejala (OTG) diperbolehkan berpuasa selama Ramadhan selama kondisinya memungkinkan.

“Setahu saya kalau pasien COVID-19 masih memungkinkan untuk berpuasa, tidak akan dilarang untuk berpuasa apalagi kalau tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan,” ujarnya.

Dokter Ari Fahrial Syam, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia juga mendukung pernyataan ini dalam webinar beberapa waktu lalu, dilansir dari laman resmi FKUI.

“Kalau tanpa gejala berarti tidak ada gejala, silahkan berpuasa, tapi observasi, karena sekali lagi kita dalam kondisi observasi tidak ada gejala. Ketika kita berpuasa tiba-tiba naik suhu tubuhnya misal 37,5 derajat celcius saya sarankan membatalkan puasa.”

Pasien OTG dan gejala ringan umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat untuk melawan virus di tubuhnya, sehingga infeksi tidak menimbulkan gejala. Dengan demikian, jika kamu pasien OTG ataupun bergejala ringan, kamu tetap bisa menjalankan ibadah puasa ya, Jovians.

Di sisi lain, puasa Ramadhan terbukti punya banyak manfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh. Penelitian yang diterbitkan oleh University of Southern California menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan secara rutin dapat meregenerasi sel-sel sistem kekebalan tubuh.

Saat kamu berpuasa, secara alami tubuh akan mulai menghemat energi, yang salah satu cara menghemat energi adalah dengan membunuh sel-sel kekebalan tubuh yang sudah tua atau rusak.

Namun tak perlu khawatir, karena tubuh akan cepat menyesuaikan dan memproduksi sel-sel imun baru, sehingga jumlah sel kekebalan tubuh yang kamu miliki akan meningkat.

Meskipun tergolong aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter melalui telekonsultasi sebelum berpuasa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jika saat berpuasa kondisi kamu semakin parah, maka sebaiknya kamu membatalkan puasa agar kondisi tubuh tidak semakin parah.

Apa saja obat isoman saat puasa?

Merujuk pada panduan protokol tatalaksana COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, bagi pasien tidak bergejala (OTG) tidak perlu mengonsumsi obat COVID-19 isoman, melainkan cukup dengan mengonsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Mengonsumsi makanan bernutrisi, banyak minum air putih, dan istirahat yang cukup juga dapat menjadi obat isoman saat puasa yang ampuh. dr Ari Fahrial Syam dari FKUI menjelaskan bahwa tubuh memerlukan asupan energi yang banyak untuk melawan virus. Oleh sebab itu, menjaga asupan makanan yang seimbang saat berpuasa sangat penting untuk membantu daya tahan tubuh tetap optimal.

Perbanyak protein dan serat, seperti sayuran hijau, probiotik, hingga ayam dan telur. Konsumsi air putih sebanyak 2.5 liter per harinya dan usahakan mendapatkan tidur yang cukup (8-9 jam per hari).

Namun, jika kamu punya gejala ringan mungkin dokter akan memberikan sejumlah obat COVID-19 isoman seperti antivirus, antibiotik, ataupun pereda nyeri dan demam. Obat isoman saat puasa yang diberikan juga kemungkinan sama dengan obat isoman lainnya, hanya saja yang membedakannya ada pada aturan konsumsi obat.

Berdasarkan paduan tatalaksana Kemenkes, multivitamin untuk isoman yang dianjurkan adalah vitamin C dan vitamin D, dengan rekomendasi vitamin C 1000 mg dan vitamin D 1000 IU per harinya.

Davit Wirawan

imun-booster-covid-1024x682-1.jpg

18/02/2022 1

 

 

Mari kita siapkan Imun Booster untuk mencegah Covid-19 yang sudah memasuki di gelombang ke-3 ini, virus yang disebabkan oleh varian SARS Cov-19 B.1.1529 atau lebih dikenal sebagai omicron!. Omicron sendiri memiliki kemampuan transmisi yang lebih mudah menyebar dari orang ke orang disbanding dengan varian sebelumnya termasuk Delta. Namun, varian omicron sendiri disebut-sebut lebih ‘jinak’ disbanding varian sebelumnya pada orang dengan imun kuat. Oleh karena itu, selain berikhtiar dengan vaksin, penting banget nih untuk mencoba imun booster untuk melindungi diri dari omicron!

Imun booster sendiri gak harus pakai suplemen yang mahal lho. Justru ada hal-hal simple yang bisa jadi imun booster lho! Yuk, cek apa aja sih!

1. Berjemur

Berjemur dapat menjadi imun booster dengan cara mengaktifkan vitamin D di dalam tubuh. Berjemurlah antara pukul 05.30 – 09.00 atau 15.00 – 17.30 selama 10 hingga 15 menit. Gak usah takut untuk pakai sunscreen yak arena sunscreen gak akan mengganggu proses pembentukan vitamin D. Vitamin D sendiri adalah imun booster yang sangat baik lho!

2. Tidur Berkualitas

Pernah dengar istilah “tidur satu jam lebih lama”? Iya, tidur adalah salah satu imun booster yang bisa kamu lakukan lho! Manusia dewasa idealnya tidur 7-9 jam untuk mampu beraktivitas dengan normal, tetapi kebanyakan sih hanya tidur 4-5 jam ya? Coba deh tambahkan setidaknya satu jam waktu tidur, serta tingkatkan kualitas tidur dengan menghindari penggunaan gadget dan redupkan cahaya agar tidurmu jadi berkualitas dan menjadi imun booster!

3. Olah Raga Rutin

Imun booster yang satu ini gak cuma sekedar naikin imun kamu tapi juga menjaga kesehatanmu jangka panjang lho. Lakukan olah raga setidaknya 30 menit sehari atau 150 menit perminggu seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, naik turun tangga, atau yoga dapat membantu menjadi imun booster lho! Yuk, jadikan olah raga sebagai prioritas kamu!

4. Konsumsi Vitamin C, B kompleks, D, dan E

Imun booster yang bisa kamu konsumsi setiap hari adalah vitamin C, B kompleks, D, dan vitamin E. Vitamin C berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta mempercepat penyembuhan. Vitamin B kompleks terdiri atas vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12 berperan penting dalam memperbaiki stamina tubuh dan berperan dalam proses menghasilan energi. Vitamin D sendiri memang lebih ditujukan untuk tulang dan gigi, tetapi vitamin D juga bekerja sebagai imun booster yang membantu mengoptimalkan kekebalan tubuh dengan menunjang kerja sel darah putih dalam melawan virus dan bakteri. Sifatnya sebagai antiradang dan antioksidan mampu menjadi imun booster alami. Sedangkan vitamin E mampu menguatkan membran sel darah merah yang terlibat di dalam sistem imun. Yuk, mulai rutin konsumsi multivitamin sesuai dengan kebutuhan kamu!

5. Zinc

Zinc adalah imun booster yang memiliki peran penting dalam mengaktifkan sel T atau limfosit T. Limfosit T sendiri adalah sel darah putih yang berperan dalam menjaga kekebalan sel-sel tubuh. Yuk, rutin konsumsi zinc setiap hari sebagai imun booster!

6. Echinacea

Bahan imun booster alami yang satu ini udah bukan rahasia lagi sih. Banyak banget suplemen yang mengandung echinacea. Imun booster yang satu ini adalah antiinflamasi dan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, menyembuhkan pilek dan flu, dan mengendalikan gula darah. Tahu gak, saat sakit tubuh kita mengalami stress sehingga kadar gula darah kita naik! Padahal saat sakit, kita butuh kondisi optimal untuk sel memperbaiki diri lho!

7. Kunyit

Siapa yang suka minum jamu? Well, jamu kunyit bisa kamu kosnumsi sebagai imun booster lho! Kunyit adalah bahan alami yang mengandung antiinflamasi, cocok banget nih dikonsumsi kalau kamu punya radang tenggorokan. Gak cuma itu, kunyit juga bagus lho untuk kesehatan lambungmu!

8. Elderberry

Mulai bersin-bersin atau hidung mampet? Kenalan yuk sama buah ajaib yang suka dikonsumsi orang-orang di Eropa sebagai imun booster! Elderberry mengandung antioksidan dan vitamin yang mampu menjadi imun booster. Elderberry juga meredakan inflamasi, mengurangi stress, dan menjaga kesehatan jantung. Orang Jerman suka banget lho mengonsumsi elderberry untuk meredakan pilek dan flu. Kamu juga bisa nih konsumsi Realfood Flawless Jelly yang mengandung elderberry sebagai imun booster, juga snack rendah kalori dan gula!

9. Sarang Burung Walet 

Dalam Traditional Chinese Medicine, sarang burung walet dipercaya sebagai imun booster lho! Dikonsumsi dalam keadaan hangat maupun sebagai dessert, sarang burung walet kaya akan asam amino, asam sialat, dan Epidermal Growth Factor (EGF) yang mampu menjadi imun booster. Selain itu sarang burung walet juga sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan dan menyembuhkan batuk. Pas banget nih untuk konsumsi Fit with Realfood Program Royal Wellness yang mengandung fully-concentrated bird’s nest untuk kamu yang mau jaga imun selama gelombang ke-3 COVID-19 ini.

Yuk, kita rutin jaga imun dengan imun booster di atas supaya terhindari dari penyebaran COVID-19. Buat kamu yang lagi kena COVID-19, jangan patah semangat dan tetap konsumsi imun booster seperti Royal Wellness yang bisa mempercepat penyembuhan kamu ya. Good luck!

 

Baca Juga : Definisi Penerapan Budaya Hidup Sehat

Davit Wirawan

budaya-hidup-sehat-1.jpg

18/02/2022 0

 

 

Apakah yang dimaksud Penerapan Budaya Hidup Sehat ? Budaya Hidup Sehat merupakan sebuah prinsip hidup untuk berfokus merubah pola gaya hidup dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gizi, supaya tubuh menjadi lebih sehat. Hal itu bertujuan agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik.

Jadi, budaya hidup sehat bisa disederhanakan menjadi sebuah pola tindakan terstruktur dan terencana yang bertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh jika sudah menerapkan pola hidup sehat seperti terhindar dari berbagai macam penyakit, tubuh dan kulit akan menjadi sehat, mencegah penuaan dini, memiliki mental positif, terhindar dari stres berlebih, dan masih banyak lainnya.

Nah, apa contoh budaya hidup sehat yang bisa dilakukan di masa pandemi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Banyak Minum Air Putih 

Tubuh manusia terdiri dari setidaknya 60 persen cairan. Oleh karenanya, Realfoodfam harus selalu mencukupi kebutuhan air setiap  hari agar metabolisme tubuh akan berjalan dengan lancar.

Berdasarkan informasi dari p2ptm.kemkes.go.id, disarankan untuk mengonsumsi 7-8 gelas air putih tiap harinya agar ginjal bisa berfungsi dengan baik. Jika kebutuhan air dalam tubuh kurang, maka tubuh akan memberikan tanda-tandanya, seperti warna urine yang berubah menjadi kekuningan, bibir dan mulut menjadi kering serta terasa sakit saat buang air kecil karena konsentrasi urine yang sedikit.

Jika ada tanda keanehan ataupun rasa sakit yang dirasakan, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

2. Olahraga yang Teratur

Contoh lain budaya hidup sehat yakni olahraga secara teratur. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika rutin berolahraga, seperti terhindar dari berbagai penyakit, membuat tubuh menjadi bugar dan sehat, serta mampu menjaga kesehatan tubuh secara optimal. Realfoodfam bisa melakukan olahraga sederhana atau ringan tiap harinya, seperti berjalan kaki, menaiki tangga, mencuci menggunakan tangan ataupun olahraga ringan lainnya.

3. Konsumsi Buah & Sayuran

Buah dan sayur memiliki peranan penting bagi tubuh karena mengandung berbagai macam vitamin dan mineral. Menurut ahli gizi dr TUTI ASWANI, M.SI dianjurkan untuk mengonsumsi 3-4 porsi sayur dan 2-3 porsi buah atau setengah bagian piring berisi buah dan sayur setiap kali makan setiap hari.

4. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur menyebabkan tubuh jadi mudah lelah dan berkurangnya konsentrasi. Hal ini disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu dan dapat mempengaruhi kondisi fungsi organ dalam tubuh.

Pola tidur teratur adalah salah satu contoh budaya hidup sehat yang dapat diterapkan. Cukup istirahat 7-8 jam per hari serta hindari pula untuk terlalu sering begadang, jika tidak dalam keadaan mendesak.

5. Coba Lakukan Meditasi

Meditasi adalah kegiatan untuk menenangkan pikiran dan  jiwa. Manfaat dari meditasi ini akan membuat tubuh menjadi rileks dan santai.

6. Melakukan Hal-Hal Positif

Dengan mencintai diri sendiri, maka kepercayaan diri akan bertambah dan secara tidak langsung akan tertanam mindset untuk selalu melakukan aktivitas yang dapat  membuat diri terhindar dari stres. Berdasarkan penelitian dari Pyschologytoday.com, “pikiran positif mempengaruhi kesehatan mental/mood dan berdampak bagi sekitar. Positivisme dapat menularkan orang sekitar untuk melakukan hal baik juga”.

Baca juga: Waspada Gejala Gastritis Sejak Dini

7. Hindari Alkohol dan Kafein

Alkohol dan kafein tidak baik bagi tubuh karena dapat merusak organ hati. Kurangi mengonsumsi alkohol atau kafein agar tubuh jadi lebih sehat. Realfoodfam bisa menggantinya dengan jus buah ataupun minuman lainnya yang jauh menyehatkan.

8. Berhenti Merokok

Selain menguras kantong, merokok juga berbahaya bagi kesehatan. Kandungan nikotin dan tar sangat berbahaya bagi tubuh karena mengandung zat-zat yang bersifat korosif.

Itulah beberapa contoh budaya hidup sehat yang bisa kamu lakukan agar tetap sehat sampai masa tua nanti.

 

Sumber : p2ptm.kemkes.go.id

Davit Wirawan

images.jpg

16/02/2022 0

Olahraga merupakan salah satu kunci utama untuk seseorang dalam menurunkan berat badan. Cara ini terbukti dapat menurunkan dan membakar kalori dari dalam tubuh, sehingga mendapatkan hasil berat badan yang sangat ideal.

Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga juga bermanfaat untuk meningkat suasana hati, menguatkan tulang, hingga mengurangi risiko terkena penyakit kronis.

Nah, apa saja sih kira-kira olahraga yang terbukti efektif menurunkan berat badan? Dikutip dari Healthline, Minggu (30/01/2022), berikut 4 jenis olahraga yang bisa dicoba guys!

1. Berjalan

Berjalan adalah salah satu olahraga yang efektif untuk menurunkan berat badan. Selain mudah dilakukan oleh banyak orang, berjalan juga termasuk olahraga yang nyaman tanpa memberikan rasa kewalahan.

Harvard Health memperkirakan bahwa berjalan selama 30 menit dengan kecepatan sedang 4 mph atau 6,4 km/jam dapat membakar 167 kalori pada seseorang yang memiliki berat badan 70 kg.

Bahkan menurut studi, berjalan selama 50-70 menit sebanyak 3 kali per minggu dapat mengurangi lemak tubuh dan lingkar pinggang sebesar 1,5% atau 1,1 inci (2,8 cm) pada wanita obesitas.

Apabila kalian ingin mencoba olahraga ini, usahakan rutin berjalan selama 30 menit sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Bisa juga meningkatkan durasi atau frekuensi jalan kaki jika sudah terbiasa.

2. Jogging atau lari

Selain berjalan, jogging dan lari bisa menjadi pilihan olahraga berikutnya untuk menurunkan berat badan. Harvard Health memperkirakan orang yang melakukan jogging per 30 menit dengan kecepatan 8 km/jam atau lari dengan kecepatan 9,7 km/jam dapat menurunkan sekitar 298 kalori pada seseorang yang memiliki berat badan 70 kg.

Penelitian pun juga mengklaim bahwa olahraga jogging dan lari dapat membantu membakar lemak visceral yang berbahaya alias lemak perut.

3. Bersepeda

Nah, bisa juga nih mencoba olahraga bersepeda untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran.

Apabila merasa malas untuk bersepeda di luar ruangan, bisa mengunjungi gym atau pusat kebugaran yang menyediakan sepeda stasioner dan memungkinkan seseorang bersepeda di dalam ruangan.

Menurut Harvard Health, bersepeda menggunakan sepeda biasa atau sepeda stasioner dengan kecepatan sedang (19-22,4 km/jam) per 30 menit dapat membakar sekitar 260-298 kalori pada orang yang memiliki berat 70 kg.

4. Berenang

Berenang adalah salah satu cara olahraga yang menyenangkan untuk menurunkan berat badan. Harvard Health memperkirakan bahwa orang dengan berat badan 155 pon (70 kg) melakukan olahraga renang selama 30 menit dapat membakar sekitar 233 kalori.

Bahkan, berbagai cara berenang pun dapat memengaruhi jumlah kalori yang dibakar loh. Selama 30 menit, seseorang dengan berat 70 kg bisa membakar 298 kalori untuk gaya punggung, 372 kalori untuk gaya dada, 409 kalori untuk gaya kupu-kupu, dan 372 kalori untuk menyelam

Davit Wirawan

index.jpg

16/02/2022 0

 

Perilaku hidup sehat merupakan cara yang sangat penting untuk menghindari dari berbagai macam kuman, penyakit, serta bakteri sekalipun. Tidak cukup hanya dengan mengepel dan menyapu saja. Anda juga perlu memperhatikan kebersihan benda – benda yang ada di rumah, agar tidak menjadi tempat menempelnya Virus serta Bakteri.

Berikut ini merupakan cara efektifmelindungi rumah dari virus dan bakteri :

1. Bersihkan benda-benda yang sering disentuh
Pilih benda-benda di rumah yang sering disentuh secara reguler untuk dibersihkan permukaannya, antara lain gagang pintu, handrails tangga, dan sejenisnya. Hal ini dikarenakan benda yang sering disentuh lebih rentan menjadi perantara penyebaran virus dan bakteri.

2. Gunakan handuk bersih dan air sabun
Lap permukaan benda yang sering disentuh dengan handuk bersih dan air sabun. Cara ini berguna untuk membersihkan permukaan benda agar terbebas dari kotoran dan debu.
Selama melakukan pembersihan, Anda disarankan menggunakan sarung tangan sekali pakai dan segera membuang sarung tangan tersebut ke tempat sampah tertutup setelah penggunaan. Hal ini untuk mencegah perpindahan virus dan bakteri ke tangan Anda saat membersihkan benda-benda tersebut.

3. Semprotkan cairan disinfektan
Setelahnya, Anda dapat menyemprotkan cairan disinfektan yang mengandung setidaknya 70% alkohol pada permukaan benda tersebut. Pastikan disinfektan yang digunakan tidak kedaluwarsa. Cuci tangan Anda secara baik dan benar dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sesudah melakukan pembersihan.

Lakukan ketiga langkah tersebut secara rutin untuk menurunkan risiko terinfeksi virus dan bakteri. Rumah yang bersih tak hanya membuat Anda dan keluarga lebih nyaman, tapi juga lebih sehat beraktivitas. Mari praktikkan terus perilaku hidup bersih sebagai kunci mencegah penyakit!

Davit Wirawan

Mitos-Vaksin-12-1200x675.jpg

06/09/2021 1

APA SAJA MITOS YANG PALING SERING BEREDAR DI MASYARAKAT SOAL VAKSIN DAN COVID-19?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menjawab sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat terkait vaksinasi dan Covid-19 dalam acara bincang-bincang yang digelar virtual, Jumat (27/8) malam. Apa saja mitos yang paling banyak beredar?

1. Mitos: Keberadaan chip yang disuntikkan ke dalam tubuh melalui vaksin Covid-19

Reisa menjelaskan, vaksin buatan manapun, baik Amerika, Eropa, atau China, punya standar internasional yang sama. Vaksin hanya berisi komponen virus serta bahan-bahan yang membuat vaksin awet di dalam tubuh.

“Jadi tidak ada tuh isi chip segala macam,” kata dia.

2. Mitos: Merokok dapat menangkal virus corona

Reisa menegaskan hal itu tidak benar. Dia mengatakan bahwa merokok justru memperburuk kondisi tubuh, terlebih terinfeksi Covd-19.

Merokok juga berpotensi menularkan droplet ke lingkungan sekitar, apalagi jika dilakukan di ruangan yang tidak memiliki sirkulasi udara yang bagus. Hal itu membuat virus bertahan di udara dan berpotensi terhirup oleh orang lain.

3. Mitos: Anak-anak kebal terhadap Covid-19

Reisa mengatakan bahwa tingkat kematian anak-anak karena Covid-19 di Indonesia justru tergolong tinggi. Ia menyerukan agar semua pihak ekstra hati-hati menjaga anak dan mengajarkan protokol kesehatan pada anak.

“Jadi jangan salah kaprah, anak-anak ini bukan berarti kebal dan justru malah kita harus bersedih karena di Indonesia ini tingkat kematian anak karena Covid-19 ini tinggi sekali dibanding negara lainnya” kata Reisa.

Protokol kesehatan dapat diabaikan setelah menerima vaksin Covid-19
Reisa menilai hal itu salah kaprah. Vaksinasi Covid-19 tidak membuat tubuh menjadi kebal 100 persen.
Vaksin, merupakan bagian dari ikhtiar membentengi diri dari penularan Covid-19. Selain vaksin, ikhtiar lain yang harus dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan.

“Nantilah, suatu saat kalau misalnya semuanya sudah divaksinasi, kita sudah mempunyai herd immunity atau kekebalan komunal, barulah kita bisa berharap bisa melonggarkan protokol kesehatan ini,” kata Reisa.

4. Mitos: Minum minyak kayu putih dapat menyembuhkan Covid-19

Reisa mengatakan, mengonsumsi minyak kayu putih justru dapat membahayakan tubuh dan berpotensi menimbulkan penyakit baru.

5. Mitos: Imunitas orang yang pernah terinfeksi Covid-19 lebih baik dari orang yang divaksinasi

Reisa mengatakan bahwa daya tahan tubuh yang terbentuk dari orang yang terinfeksi Covid-19 berbeda-beda. Ada yang bentuknya ringan, ada yang terbentuknya optimal.

Menurut Reisa, yang lebih baik adalah mendapatkan perlindungan dari vaksin. Sebab, tingkat perlindungannya sudah tertakar dan sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga bisa optimal.

“Apalagi kalau sempat sakitnya gejalanya ringan, biasanya antibodinya justru tidak terlalu optimal seperti yang diharapkan dan biasanya tidak bertahan lama seperti dari vaksin,” kata dia.

Baca juga : Sekarang Ibu Hamil Sudah Bisa Vaksin

==================
Telah terbit di : republika.co.id
sumber : Antara

Lab Populer

Ibu-Hamil-Sudah-Bisa-Vaksin-12-1200x675.jpg

31/08/2021 1

Untuk melindungi ibu hamil dan bayinya dari infeksi COVID-19, Kementerian Kesehatan memastikan akan segera memberikan vaksin COVID-19 kepada ibu hamil.

Lab Populer

Turun-Harga-Px-Swab-12-1-1200x675.jpg

19/08/2021 0

LEBIH MURAH, LEBIH HEMAT, LEBIH EKONOMIS!

Dalam rangka mendukung program pemerintah bahwa untuk meningkatkan jumlah test di INdonesia maka harus diadakan penyesuaian harga pemeriksaan SWAB ANTIGEN DAN SWAB PCR bagi pasien.

HARGA BARU MULAI HARI INI…!!!!

Dapatkan Harga terbaru Swab Antigen dan Swab PCR. Lebih Murah, Lebih Ekonomis!

Swab Antigen 150 Ribu
Swab PCR 599 Ribu.

 

Lab Populer

Artikel-Fatwa-MUI-12-1200x675.jpg

05/04/2021 1

JAKARTA — Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat Selasa (16/03) siang menggelar sidang pleno untuk memutuskan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa. Ini menyusul sebulan lagi akan memasuki bulan Ramadhan. Khusus terkait vaksinasi sendiri, Komisi Fatwa MUI Pusat sudah pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

“Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan. Pada saat yang sama, ini dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity melalui vaksinasi Covid-19 secara masif,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Selasa (16/03) di Jakarta.

Dia menyampaikan, vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut, untuk meningkatkan produksi antibodi guna menyangkal penyakit tertentu. Pada kasus vaksinasi Covid-19 ini, jenis vaksin yang digunakan dengan menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Model ini dikenal juga dengan istilah injeksi intramuskular.

“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar),” ujarnya.

Dia menyampaikan, dalam fatwa tersebut, MUI merekomendasikan pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 pada bulan Ramadhan. Sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah. Vaksinasi pada bulan Ramadhan tersebut juga harus memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Agar vaksinasi tetap berlangsung lancar, fatwa tersebut, ujar Kiai Niam, juga merekomendasikan agar vaksinasi dilaksanakan pada malam hari. Jika vaksinasi dilaksanakan pada siang hari, dikhawatirkan bisa membahayakan masyarakat yang sedang berpuasa karena kondisi fisik mereka lemah.

“Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” paparnya.

Sumber : https://mui.or.id/

Lab Populer

Template-Sosial-Promotion-08.jpg

03/04/2021 2

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan jika beberapa golongan yang sebelumnya tidak boleh menerima vaksin virus corona, kini diperbolehkan dengan syarat. Beberapa golongan tersebut, di antaranya lansia 60 tahun ke atas, orang dengan penyakit bawaan, orang yang pernah terinfeksi virus corona, serta ibu menyusui. Hal tersebut tertulis secara resmi dalam Surat Edaran Nomor: HK.01.01/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda pada Kamis lalu (11/2). Berikut penjelasan selengkapnya.

Beberapa Golongan Ini Diperbolehkan Melakukan Vaksin dengan Syarat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa golongan yang sebelumnya tidak diizinkan menerima vaksin, tetapi kini diperbolehkan dengan syarat. Pemberian vaksin virus corona kepada empat golongan tersebut sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Lantas, apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh empat golongan tersebut agar dapat melakukan vaksinasi? Ini penjabarannya:

  • Vaksin Virus Corona untuk Lansia

Penerima vaksin untuk lansia di atas 60 tahun boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:Lansia tidak merasa kesulitan untuk naik 10 anak tangga.

      1. Lansia tidak sering merasa kelelahan saat beraktivitas.
      2. Lansia tidak mengalami kesulitan berjalan kaki sejauh 100-200 meter.
      3. Lansia tidak mengalami penurunan berat badan drastis satu tahun terakhir.
      4. Lansia memiliki kurang dari lima penyakit, seperti hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, penyakit ginjal.

Jika ingin melakukan vaksinasi, lansia minimal harus memenuhi tiga syarat yang telah disebutkan.

 

  • Vaksin Virus Corona untuk Pengidap Penyakit Bawaan

Penerima vaksin untuk pengidap penyakit bawaan boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:

      1. Pada pengidap tekanan darah tinggi (hipertensi), mereka memiliki hasil cek tekanan darah di bawah 180/110 mmHg pada pemeriksaan terakhir.
      2. Pada pengidap diabetes tanpa komplikasi akut, mereka memiliki kadar gula darah yang terkontrol, serta rutin mengonsumsi obat dari dokter.
      3. Pada pengidap kanker, mereka memiliki kondisi kesehatan baik, serta tidak sedang menjalani terapi pengobatan.
  • Vaksin Virus Corona untuk Pengidap

Penerima vaksin untuk pengidap virus corona boleh dilakukan, dengan syarat mereka adalah orang yang sudah lebih dari tiga bulan terkonfirmasi positif virus corona.

  • Vaksin Virus Corona untuk Busui

Penerima vaksin untuk ibu menyusui boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:

      1. Ibu hamil memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celsius.
      2. Ibu hamil tidak melakukan kontak dengan pengidap atau suspek corona dalam waktu 14 hari terakhir.
      3. Ibu hamil tidak mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir.

Pada pengidap penyakit jantung, penyakit ginjal kronis atau orang yang menjalani cuci darah, serta pengidap penyakit hati atau liver, vaksinasi tetap tidak dapat dilakukan. Namun, vaksinasi pada pengidap epilepsi, HIV, asma, dan PPOK dapat dilakukan jika penyakit dalam keadaan terkontrol. Sedangkan bagi penerima vaksin virus corona yang juga melakukan vaksin lainnya, pemberian harus ditunda selama satu bulan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Itulah sejumlah syarat untuk melakukan vaksin virus corona pada kelompok usia rentan, ibu menyusui, seseorang dengan penyakit bawaan, serta pengidap virus corona sendiri.

Sumber : www.halodoc.com

Lab Populer