Turun-Harga-Px-Swab-12-1-1200x675.jpg

19/08/2021 0

LEBIH MURAH, LEBIH HEMAT, LEBIH EKONOMIS!

Dalam rangka mendukung program pemerintah bahwa untuk meningkatkan jumlah test di INdonesia maka harus diadakan penyesuaian harga pemeriksaan SWAB ANTIGEN DAN SWAB PCR bagi pasien.

HARGA BARU MULAI HARI INI…!!!!

Dapatkan Harga terbaru Swab Antigen dan Swab PCR. Lebih Murah, Lebih Ekonomis!

Swab Antigen 150 Ribu
Swab PCR 599 Ribu.

 

Lab Populer

Baner-Artikel-Awas-Masker-Palsu-12-1200x675.jpg

07/04/2021 0

Dalam masa pendemi COVID-19 salah satu upaya untuk mencegah penularan adalah menggunakan masker. Namun telah beredar di masyarakat terkait isu masker palsu yang dikhawatirkan membuat seseorang rentan tertular virus SARS-CoV-2.

Pada awal masa pandemi terjadi kelangkaan ketersediaan masker medis sehingga Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan kementerian lain melakukan berbagai upaya agar ketersediaan masker dapat dipenuhi. Saat ini telah lewat 1 tahun pandemi COVID-19 sudah ada 996 industri masker medis yang sudah memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan.

“Kalau dia sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan,” kata Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM, dalam konferensi pers, Minggu (4/4).

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memakai masker. Pasalnya saat ini telah beredar masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus SARS-CoV-2.

Drg. Arianti menjelaskan jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator. Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Msker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Lain halnya dengan masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95. Biasanya masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene.

Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. Biasanya masker respirator ini digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien COVID-19 dan juga selalu digunakan untuk perlindungan tenaga kesehatan.

Ketika produk masker sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan maka masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat, antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%,” tutur drg. Arianti.

Kemenkes, lanjutnya, selain memberikan izin edar masker juga terus melakukan pengawasan di peredaran terhadap produk-produk yang sudah memiliki izin edar. Untuk menindaklanjuti masker yang beredar ilegal, Kemenkes melakukan upaya melalui mekanisme kerjasama dengan aparat hukum.

Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan medis dan non medis secara fisik sulit dibedakan secara fisik. Itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian.

Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes. Izin edar biasanya tercantum pada kemasan atau dapat juga diakses di infoalkes.kemkes.go.id.

Jika tenaga kesehatan dan masyarakat menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar agar melaporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567.

Proses vaksinasi sudah berlanjut tapi masyarakat juga harus tetap menjaga protokol kesehatan salah satunya adalah tetap menggunakan masker.

“Saya menghimbau kepada seluruh tenaga kesehatan dan juga masyarakat untuk cermat memilih masker dalam menjaga diri dari penularan COVID-19. Jangan hanya tergiur dengan model atau apapun yang penting kita memilih masker yang sesuai dengan kebutuhan kita,” kata drg. Arianti.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM
sehatnegeriku.kemkes.go.id

Lab Populer

Tips-Bugar-Di-Bulan-Ramadan-Bener-Artikel-12-1200x675.jpg

06/04/2021 0

SIAP-SIAP! PASTIKAN TETAP BUGAR DI BULAN RAMADHAN 🔥🔥🔥

Ini dia tips agar Anda tetap sehat dan bugar di puasa bulan ramadhan.

1. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum dan yang mengandung serat seperti buah dan sayuran.
2. Hindari makanan yang mengandung minyak, garam, dan gula olahan.
3. Pastikan waktu tidur yang cukup walaupun waktunya harus di pecah-pecah.
4. Pastikan minum air putih yang cukup minimal 2-3 liter perhari.
5. Medical Check Up rutin di Laboratorium Klinik Populer agar kesehatan Anda tetap terkontrol.

Itu di Tipsnya…. Ayo jaga kesehatan Anda ketika puasa nanti.

==================
INFO MEDICAL CHECK UP :
👇👇👇

Surabaya : Jl. Bendul Merisi No.12 Surabaya (0821 3224 6434)
Manukan Tama : Jl. Manukan Tama No.171 Tandes -Surabaya (0812 4958 6289)
Tuban : Jl. AKBP Suroko No.32 Tuban (0812 1749 9564)
Lamongan : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 17 Lamongan (0812 4958 6291)
Bojonegoro : Jl. Pemuda No.5P Bojonegoro

Lab Populer

Test-Darah-Tak-Bikin-Puasa-Batal-Baner-Artikel-12-1200x675.jpg

05/04/2021 0

Untuk mendiagnosis penyakit, tes darah adalah salah satu cara yang dibutuhkan. Mulai dari pemeriksaan kolesterol, diabetes, kanker, tumor, gangguan pada fungsi ginjal, dan gangguan pada fungsi hati, semuanya membutuhkan sampel darah untuk diperiksa. Cek darah juga bisa dikategorikan sebagai tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi penyakit dan memantau kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sebelum dilakukan cek darah, seseorang diwajibkan untuk berpuasa sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh tenaga medis. Namun, bagaimana jika prosedur ini harus dilakukan selama bulan puasa? Nah, berikut ini hal yang wajib diperhatikan saat harus cek darah saat puasa:

Cek Darah Saat Puasa, Apakah Bikin Batal Puasa?

Apabila seseorang mengambil sedikit darah yang tidak menyebabkan kelemahan pada tubuhnya, maka hal ini tidak membuat puasanya batal. Pemeriksaaan ini tidak hanya untuk cek darah, tapi berlaku juga untuk mereka yang ingin melakukan donor darah.

Jika pengambilan darah itu dilakukan dalam jumlah banyak yang menyebabkan kelemahan pada tubuh, maka ada baiknya untuk membatalkan puasanya. Hal ini demi mencegah kondisi yang semakin parah, sehingga setelah melakukan cek darah dalam jumlah banyak kamu bisa segera minum atau makan sesuatu untuk mengembalikan energi tubuhmu.

Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Pengambilan darah sebaiknya dilakukan pagi hari, antara pukul 07.00-09.00. Hal ini karena cek darah yang dilakukan di pagi hari cenderung lebih akurat untuk melihat adanya masalah kesehatan dibanding jika dilakukan pada sore atau malam hari. Nah, sebelum melakukan cek darah, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal, antara lain:

  • Hindari aktivitas berat seperti berolahraga sebelum pengambilan darah. Sebab, kelelahan yang amat bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.

  • Hindari merokok, makan permen karet, minum kafein (seperti teh dan gula), alkohol, dan obat-obatan tertentu saat sahur, karena bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.

  • Puasa minimal 8 jam untuk pemeriksaan glukosa dan 12 jam untuk pemeriksaan trigliserida. Usahakan jangan berpuasa lebih dari 14 jam. Dan selama berpuasa, kamu tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih. Jika sedang puasa, maka kamu bisa memanfaatkan waktu sebelum puasa untuk makan-makanan penuh gizi agar setelah cek darah kamu tidak lemas.

Puasa sebelum cek darah wajib dilakukan untuk menjaga validitas hasil pemeriksaan. Terutama untuk memastikan agar hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter. Sebab tanpa disadari, kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi sebelum cek darah akan diserap ke dalam aliran darah dan berdampak langsung pada glukosa darah, lemak, dan zat besi sesaat setelah kamu makan.

Jika dilakukan saat puasa, berarti kamu tidak dianjurkan untuk sahur jika cek darah dilakukan pagi hari. Namun, jika dilakukan sore hari maka kamu diperbolehkan sahur. Yang terpenting adalah tidak konsumsi makanan apapun selama minimal 8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Itulah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan saat cek darah saat puasa. Kabar baiknya, saat ini kamu sudah bisa melakukan cek darah di rumah.

———
Sumber : halodoc.com

Lab Populer

NATAL.jpg

24/12/2020 0

Tanggal 25 Desember Laboratorium Klinik Populer LIBUR.
BUKA KEMBALI 26 Desember 2020.

Lab Populer

covid.png

03/09/2020 0

7 CARA MELINDUNGI SI KECIL SAAT PANDEMI CORONA VIRUS (COVID-19)

1.Cuci Tangan Secara Teratur
2.Batasi Kumpul Bersama
3.Hindari Menyentuh Mata, Hidung dan Mulut
4.Menjaga Kesehatan Pernapasan
5.Segera ke Dokter Jika Merasa Sakit
6.Siapkan Makanan dengan Aman dan Bergizi
7.Simak Informasi dan Saran dari Sumber Terpercaya
Sumber: https://www.nutriclub.co.id/corona-virus/7-cara-melindungi-si-kecil-dari-corona?

Lab Populer

1.png

03/09/2020 0

Nah, kalau dari segi kandungan gizinya, kira-kira mana yang lebih sehat, ya? Yuk, kita urai satu per satu.

1. Protein

Dilansir dari Very Well Fit, setiap 50 gram atau sekitar 1 butir telur ayam berukuran besar mengandung 6 gram protein dan 78 kalori. Sedangkan, satu porsi telur puyuh (5 butir) mengandung 6 gram protein dan 71 kalori.

Bila Anda makan satu porsi telur puyuh, ini artinya Anda mendapatkan asupan protein yang sama dengan ketika Anda makan sebutir telur ayam. Kandungan kalorinya pun hanya terpaut 7 kalori saja, sehingga tak jauh berbeda.Bukan hanya jumlah kalorinya saja yang mirip, kandungan vitamin dan mineral pada dua jenis telur ini pun cenderung sama.

2. Kolesterol

Anda mungkin selama ini menghindari makan telur puyuh karena katanya bisa bikin kolesterol naik. Alhasil, Anda memilih makan telur ayam saja yang lebih aman kandungan kolesterolnya. Namun, apa benar begitu?

Faktanya, setiap 5 butir alias seporsi telur puyuh mengandung 5 gram lemak total, yang terdiri dari 1,6 gram lemak jenuh. Sementara itu, sebutir telur ayam ukuran besar (50 gram) mengandung 5 gram lemak total, dengan 1,5 gram lemak jenuh.

Meskipun perbedaannya tampak sedikit, kandungan lemak jenuh dalam telur puyuh tetap saja lebih tinggi daripada telur ayam. Hati-hati, lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh Anda.

Tak cukup 5 butir, Anda biasanya akan menambahkan lebih banyak telur puyuh ke dalam setiap masakan keluarga. Misalnya saat membuat semur telur atau sate telur.

Karena ukurannya kecil, Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sudah makan banyak telur puyuh dalam sehari. Nah, hal inilah yang dapat memicu kolesterol tinggi jika tidak segera dikendalikan porsinya.

Jadi, lebih sehat yang mana?

Pada dasarnya, kedua telur ini sama-sama bermanfaat untuk kesehatan. Namun kalau dilihat dari kandungan lemaknya, telur ayam cenderung lebih sehat daripada telur puyuh.

Terutama bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, sebaiknya batasi makan telur puyuh hanya sesekali. Apalagi karena ukurannya kecil, Anda mungkin sering tidak sadar ketika makan telur puyuh dalam jumlah yang banyak.

Namun, ini bukan berarti Anda boleh bebas makan banyak telur ayam, ya. Ingat, tetap saja ada kandungan lemak jenuh yang tak boleh disepelekan.

Supaya lebih aman dan sehat, olah telur dengan cara direbus atau cara lain yang tidak butuh banyak minyak atau margarin.

Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/nutrisi-telur-ayam-telur-puyuh/

Lab Populer

ayam.png

03/09/2020 0

Perbandingan nilai gizi antara paha dan dada ayam

Paha ayam memang lebih murah dan lebih mudah untuk diolah ketimbang dada. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena Anda bisa mendapatkan lebih banyak daging dan sedikit kulit. Bagaimana dari sisi kesehatannya? Mari kita kupas satu per satu.

1. Protein

Baik dada maupun paha ayam, keduanya merupakan sumber protein hewani yang baik. Satu potong paha ayam panggang dengan berat sekitar 85 gram mengandung protein sebesar 21 gram. Sedangkan dada ayam mengandung jumlah protein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 25 gram. Artinya, dada ayam mengandung protein yang lebih banyak daripada paha ayam.

Asupan protein yang disarankan setiap harinya adalah sekitar 46 gram untuk wanita dan 56 gram untuk pria. Protein ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan pembentukan massa otot.

2. Lemak

Perbedaan kandungan gizi pada dada ayam dan paha ayam lebih jelas terlihat pada kandungan lemaknya. Ternyata, dada ayam lebih rendah lemak daripada paha ayam. Setiap 85 gram dada ayam panggang mengandung 7 gram lemak total dan 2 gram lemak jenuh. Jumlah ini merupakan 10 persen dan 9 persen dari asupan harian yang disarankan.

Sementara itu, paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 13 gram lemak total dan 3,5 gram lemak jenuh. Jumlah ini setara dengan 20 persen asupan harian lemak total dan 18 persen lemak jenuh yang disarankan. Maka untuk menurunkan kandungan lemaknya, Anda bisa menyingkirkan bagian kulit pada dada dan paha ayam sebelum dikonsumsi.

3. Kalori

Perbedaan jumlah kalori dalam dada ayam dan paha ayam juga terlihat cukup timpang. Setiap 85 gram dada ayam mentah mengandung 170 kalori, sementara pada paha ayam mengandung 210 kalori. Hal ini menunjukkan bahwa paha ayam mengandung jumlah kalori yang lebih tinggi daripada dada ayam.

4. Kolesterol

Kandungan kolesterol pada dada maupun paha ayam tergolong sedang. Setiap 85 gram dada ayam mengandung 70 miligram kolesterol atau 24 persen asupan harian yang disarankan. Sementara untuk paha ayam dengan porsi yang sama mengandung 80 miligram kolesterol, atau 26 persen asupan harian yang disarankan.

Mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung. Maka, American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi asupan kolesterol harian sebanyak 200 miligram untuk orang dengan penyakit jantung koroner.

5. Natrium

Bagian dada dan paha ayam mengandung jumlah natrium yang tidak jauh berbeda. Pada 85 gram paha ayam mengandung 70 miligram natrium, sementara dada ayam mengandung 60 miligram natrium.

Natrium merupakan mineral elektrolit yang ditemukan secara alami pada makanan. Nilai harian yang disarankan untuk natrium adalah 2.300 miligram untuk orang dewasa sehat dan 1.500 miligram untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Natrium memang diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dan kerja otot dalam tubuh. Namun ati-hati, bila terlalu berlebihan dapat menyebabkan retensi air sehingga meningkatkan tekanan darah.

Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/dada-ayam-paha-ayam-sehat-mana/

Lab Populer

berbagai-jenis-makanan-yang-mengandung-vitamin-d-alodokter.jpg

30/04/2020 0

Beragam Makanan yang Mengandung Vitamin D

Kita memang dapat memproduksi vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Namun, kita juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin D lewat makanan. Berikut ini adalah makanan yang mengandung vitamin D, yang dapat ditemukan dengan mudah:

1. Kuning telur

Kuning telur merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin D. Dalam satu buah kuning telur setidaknya terkandung sekitar 40 IU vitamin D. Jika Anda tertarik untuk mendapatkan vitamin D dari telur, tetap batasi jumlah telur yang Anda konsumsi dalam satu hari.

Pasalnya, satu telur mengandung kira-kira 200 miligram kolesterol. Padahal, mengonsumsi lebih dari 300 miligram kolesterol per hari tidak direkomendasikan demi kesehatan jantung.

2. Jamur

Jamur bisa menjadi pilihan makanan yang mengandung vitamin D bagi Anda yang vegetarian. Sama halnya dengan manusia, jamur memproduksi vitamin D dari paparan sinar UV. Dalam 100 gram jamur jenis portobello misalnya, terkandung setidaknya 400 IU vitamin D.

3. Salmon

Salmon merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin D, sumber protein, dan kaya akan kandungan Omega-3 yang dibutuhkan oleh tubuh. 100 gram ikan salmon yang sudah dimasak mengandung sekitar 447 IU vitamin D. Ikan lain yang juga memiliki kandungan vitamin D sama tingginya dengan salmon adalah ikan tenggiri dan ikan sarden.

4. Tuna dalam kemasan

Selain ikan segar, ikan tuna dalam kemasan juga dapat menjadi pilihan. Dalam 100 gram tuna kaleng, terkandung 236 IU vitamin D. Namun saat memutuskan untuk mengonsumsi tuna jenis ini, perhatikan jenis tuna agar terhindar dari tuna kalengan yang mengandung merkuri. Disarankan untuk memilih tuna dalam kemasan dengan label “light” atau batasi konsumsi tuna kaleng setidaknya 200 gram dalam seminggu.

Berapa Kebutuhan Vitamin D Setiap Hari?

Anak-anak dan orang dewasa rata-rata membutuhkan 600 IU vitamin D. Namun, kebutuhan vitamin D akan semakin banyak ketika berusia > 70 tahun. Kebutuhan vitamin D pada usia tersebut yaitu sekitar 800 IU per hari.

Jika kekurangan vitamin D, kesehatan Anda bisa saja terganggu. Pada bayi dan anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat, kerentanan terhadap infeksi, rakitis, dan kelemahan otot. Sedangkan pada orang dewasa, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri tulang, kelelahan, dan kerentanan terhadap osteoporosis.

Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin D untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin ini. Bila perlu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D. Namun, sebelumnya Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Sumber: https://www.alodokter.com/berbagai-jenis-makanan-yang-mengandung-vitamin-d

Lab Populer