Turun-Harga-Px-Swab-12-1-1200x675.jpg

19/08/2021 0

LEBIH MURAH, LEBIH HEMAT, LEBIH EKONOMIS!

Dalam rangka mendukung program pemerintah bahwa untuk meningkatkan jumlah test di INdonesia maka harus diadakan penyesuaian harga pemeriksaan SWAB ANTIGEN DAN SWAB PCR bagi pasien.

HARGA BARU MULAI HARI INI…!!!!

Dapatkan Harga terbaru Swab Antigen dan Swab PCR. Lebih Murah, Lebih Ekonomis!

Swab Antigen 150 Ribu
Swab PCR 599 Ribu.

 

Lab Populer

Baner-Artikel-Awas-Masker-Palsu-12-1200x675.jpg

07/04/2021 0

Dalam masa pendemi COVID-19 salah satu upaya untuk mencegah penularan adalah menggunakan masker. Namun telah beredar di masyarakat terkait isu masker palsu yang dikhawatirkan membuat seseorang rentan tertular virus SARS-CoV-2.

Pada awal masa pandemi terjadi kelangkaan ketersediaan masker medis sehingga Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan kementerian lain melakukan berbagai upaya agar ketersediaan masker dapat dipenuhi. Saat ini telah lewat 1 tahun pandemi COVID-19 sudah ada 996 industri masker medis yang sudah memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan.

“Kalau dia sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan,” kata Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM, dalam konferensi pers, Minggu (4/4).

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memakai masker. Pasalnya saat ini telah beredar masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus SARS-CoV-2.

Drg. Arianti menjelaskan jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator. Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Msker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Lain halnya dengan masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95. Biasanya masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene.

Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. Biasanya masker respirator ini digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien COVID-19 dan juga selalu digunakan untuk perlindungan tenaga kesehatan.

Ketika produk masker sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan maka masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat, antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%,” tutur drg. Arianti.

Kemenkes, lanjutnya, selain memberikan izin edar masker juga terus melakukan pengawasan di peredaran terhadap produk-produk yang sudah memiliki izin edar. Untuk menindaklanjuti masker yang beredar ilegal, Kemenkes melakukan upaya melalui mekanisme kerjasama dengan aparat hukum.

Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan medis dan non medis secara fisik sulit dibedakan secara fisik. Itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian.

Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes. Izin edar biasanya tercantum pada kemasan atau dapat juga diakses di infoalkes.kemkes.go.id.

Jika tenaga kesehatan dan masyarakat menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar agar melaporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567.

Proses vaksinasi sudah berlanjut tapi masyarakat juga harus tetap menjaga protokol kesehatan salah satunya adalah tetap menggunakan masker.

“Saya menghimbau kepada seluruh tenaga kesehatan dan juga masyarakat untuk cermat memilih masker dalam menjaga diri dari penularan COVID-19. Jangan hanya tergiur dengan model atau apapun yang penting kita memilih masker yang sesuai dengan kebutuhan kita,” kata drg. Arianti.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM
sehatnegeriku.kemkes.go.id

Lab Populer

Tips-Bugar-Di-Bulan-Ramadan-Bener-Artikel-12-1200x675.jpg

06/04/2021 0

SIAP-SIAP! PASTIKAN TETAP BUGAR DI BULAN RAMADHAN 🔥🔥🔥

Ini dia tips agar Anda tetap sehat dan bugar di puasa bulan ramadhan.

1. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum dan yang mengandung serat seperti buah dan sayuran.
2. Hindari makanan yang mengandung minyak, garam, dan gula olahan.
3. Pastikan waktu tidur yang cukup walaupun waktunya harus di pecah-pecah.
4. Pastikan minum air putih yang cukup minimal 2-3 liter perhari.
5. Medical Check Up rutin di Laboratorium Klinik Populer agar kesehatan Anda tetap terkontrol.

Itu di Tipsnya…. Ayo jaga kesehatan Anda ketika puasa nanti.

==================
INFO MEDICAL CHECK UP :
👇👇👇

Surabaya : Jl. Bendul Merisi No.12 Surabaya (0821 3224 6434)
Manukan Tama : Jl. Manukan Tama No.171 Tandes -Surabaya (0812 4958 6289)
Tuban : Jl. AKBP Suroko No.32 Tuban (0812 1749 9564)
Lamongan : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 17 Lamongan (0812 4958 6291)
Bojonegoro : Jl. Pemuda No.5P Bojonegoro

Lab Populer

Test-Darah-Tak-Bikin-Puasa-Batal-Baner-Artikel-12-1200x675.jpg

05/04/2021 0

Untuk mendiagnosis penyakit, tes darah adalah salah satu cara yang dibutuhkan. Mulai dari pemeriksaan kolesterol, diabetes, kanker, tumor, gangguan pada fungsi ginjal, dan gangguan pada fungsi hati, semuanya membutuhkan sampel darah untuk diperiksa. Cek darah juga bisa dikategorikan sebagai tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi penyakit dan memantau kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sebelum dilakukan cek darah, seseorang diwajibkan untuk berpuasa sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh tenaga medis. Namun, bagaimana jika prosedur ini harus dilakukan selama bulan puasa? Nah, berikut ini hal yang wajib diperhatikan saat harus cek darah saat puasa:

Cek Darah Saat Puasa, Apakah Bikin Batal Puasa?

Apabila seseorang mengambil sedikit darah yang tidak menyebabkan kelemahan pada tubuhnya, maka hal ini tidak membuat puasanya batal. Pemeriksaaan ini tidak hanya untuk cek darah, tapi berlaku juga untuk mereka yang ingin melakukan donor darah.

Jika pengambilan darah itu dilakukan dalam jumlah banyak yang menyebabkan kelemahan pada tubuh, maka ada baiknya untuk membatalkan puasanya. Hal ini demi mencegah kondisi yang semakin parah, sehingga setelah melakukan cek darah dalam jumlah banyak kamu bisa segera minum atau makan sesuatu untuk mengembalikan energi tubuhmu.

Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?

Pengambilan darah sebaiknya dilakukan pagi hari, antara pukul 07.00-09.00. Hal ini karena cek darah yang dilakukan di pagi hari cenderung lebih akurat untuk melihat adanya masalah kesehatan dibanding jika dilakukan pada sore atau malam hari. Nah, sebelum melakukan cek darah, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar hasilnya maksimal, antara lain:

  • Hindari aktivitas berat seperti berolahraga sebelum pengambilan darah. Sebab, kelelahan yang amat bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.

  • Hindari merokok, makan permen karet, minum kafein (seperti teh dan gula), alkohol, dan obat-obatan tertentu saat sahur, karena bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.

  • Puasa minimal 8 jam untuk pemeriksaan glukosa dan 12 jam untuk pemeriksaan trigliserida. Usahakan jangan berpuasa lebih dari 14 jam. Dan selama berpuasa, kamu tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih. Jika sedang puasa, maka kamu bisa memanfaatkan waktu sebelum puasa untuk makan-makanan penuh gizi agar setelah cek darah kamu tidak lemas.

Puasa sebelum cek darah wajib dilakukan untuk menjaga validitas hasil pemeriksaan. Terutama untuk memastikan agar hasil pemeriksaan tidak dipengaruhi oleh konsumsi makanan terakhir dan dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter. Sebab tanpa disadari, kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi sebelum cek darah akan diserap ke dalam aliran darah dan berdampak langsung pada glukosa darah, lemak, dan zat besi sesaat setelah kamu makan.

Jika dilakukan saat puasa, berarti kamu tidak dianjurkan untuk sahur jika cek darah dilakukan pagi hari. Namun, jika dilakukan sore hari maka kamu diperbolehkan sahur. Yang terpenting adalah tidak konsumsi makanan apapun selama minimal 8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Itulah beberapa hal yang wajib kamu perhatikan saat cek darah saat puasa. Kabar baiknya, saat ini kamu sudah bisa melakukan cek darah di rumah.

———
Sumber : halodoc.com

Lab Populer

Template-Sosial-Promotion-08.jpg

03/04/2021 0

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan jika beberapa golongan yang sebelumnya tidak boleh menerima vaksin virus corona, kini diperbolehkan dengan syarat. Beberapa golongan tersebut, di antaranya lansia 60 tahun ke atas, orang dengan penyakit bawaan, orang yang pernah terinfeksi virus corona, serta ibu menyusui. Hal tersebut tertulis secara resmi dalam Surat Edaran Nomor: HK.01.01/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda pada Kamis lalu (11/2). Berikut penjelasan selengkapnya.

Beberapa Golongan Ini Diperbolehkan Melakukan Vaksin dengan Syarat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa golongan yang sebelumnya tidak diizinkan menerima vaksin, tetapi kini diperbolehkan dengan syarat. Pemberian vaksin virus corona kepada empat golongan tersebut sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Lantas, apa saja syarat yang harus dipenuhi oleh empat golongan tersebut agar dapat melakukan vaksinasi? Ini penjabarannya:

  • Vaksin Virus Corona untuk Lansia

Penerima vaksin untuk lansia di atas 60 tahun boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:Lansia tidak merasa kesulitan untuk naik 10 anak tangga.

      1. Lansia tidak sering merasa kelelahan saat beraktivitas.
      2. Lansia tidak mengalami kesulitan berjalan kaki sejauh 100-200 meter.
      3. Lansia tidak mengalami penurunan berat badan drastis satu tahun terakhir.
      4. Lansia memiliki kurang dari lima penyakit, seperti hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, penyakit ginjal.

Jika ingin melakukan vaksinasi, lansia minimal harus memenuhi tiga syarat yang telah disebutkan.

 

  • Vaksin Virus Corona untuk Pengidap Penyakit Bawaan

Penerima vaksin untuk pengidap penyakit bawaan boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:

      1. Pada pengidap tekanan darah tinggi (hipertensi), mereka memiliki hasil cek tekanan darah di bawah 180/110 mmHg pada pemeriksaan terakhir.
      2. Pada pengidap diabetes tanpa komplikasi akut, mereka memiliki kadar gula darah yang terkontrol, serta rutin mengonsumsi obat dari dokter.
      3. Pada pengidap kanker, mereka memiliki kondisi kesehatan baik, serta tidak sedang menjalani terapi pengobatan.
  • Vaksin Virus Corona untuk Pengidap

Penerima vaksin untuk pengidap virus corona boleh dilakukan, dengan syarat mereka adalah orang yang sudah lebih dari tiga bulan terkonfirmasi positif virus corona.

  • Vaksin Virus Corona untuk Busui

Penerima vaksin untuk ibu menyusui boleh dilakukan, dengan syarat sebagai berikut:

      1. Ibu hamil memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celsius.
      2. Ibu hamil tidak melakukan kontak dengan pengidap atau suspek corona dalam waktu 14 hari terakhir.
      3. Ibu hamil tidak mengalami demam, batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir.

Pada pengidap penyakit jantung, penyakit ginjal kronis atau orang yang menjalani cuci darah, serta pengidap penyakit hati atau liver, vaksinasi tetap tidak dapat dilakukan. Namun, vaksinasi pada pengidap epilepsi, HIV, asma, dan PPOK dapat dilakukan jika penyakit dalam keadaan terkontrol. Sedangkan bagi penerima vaksin virus corona yang juga melakukan vaksin lainnya, pemberian harus ditunda selama satu bulan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Itulah sejumlah syarat untuk melakukan vaksin virus corona pada kelompok usia rentan, ibu menyusui, seseorang dengan penyakit bawaan, serta pengidap virus corona sendiri.

Sumber : www.halodoc.com

Lab Populer

Mengenal-Antigen-Swab-Test-08-08.png

01/04/2021 0

Apa Itu Rapid Test Antigen (Swab Antigen)

🤔🤔🤔

Swab Antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

😉
Itu sebabnya rapid antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi.

Lab Populer

Baner-Sinovac-artikel-21-1200x555.png

20/03/2021 0

Tahukah, Anda?
Vaksin CoronaVac yang dikembangkan perusahaan China, Sinovac, akan diberikan kepada masyarakat.
Untuk bisa memahami fungsi dan manfaatnya, yuk kenal lebih dalam mengenai Vaksin Sinovac.

Apakah Sih Vaksin Itu?
Salah satu merk vaksin yang di pakai pemerintah Indonesia, dibuat menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus.

Bagaimana Tahap Dan Hasil Pengujiannya?

  • Telah melalui 3 tahap uji klinis oleh tenaga ahli
  • Uji klinis dilakukan oleh ribuan relawan termasuk di Indonesia
  • BPOM & MUI menyatakan vaksin ini halal dan telah beri izin Penggunaan Darurat

 

Perbedaan Vaksin Covid-19

Melalui gambaran di atas, bisa kita ketahui bahwa efek samping dari vaksin akan berbanding terbalik dengan efikasi vaksin. Semakin aman dan minim efek samping, maka akan semakin berkurang efikasinya.

Sebagai bentuk usaha melawan virus Covid-19, mari bersama kita dukung program vaksinasi dari pemerintah.

Lab Populer

bahaya-perut-buncit-dan-cara-mengatasinya-alodokter.jpg

06/03/2020 0

Bahaya yang Ditimbulkan oleh Penimbunan Lemak Perut

Bagi Anda yang memiliki perut buncit karena kebanyakan lemak, sebaiknya waspada, karena kondisi ini meningkatkan risiko sejumlah penyakit  yang berbahaya.

Kumpulan lemak di dalam tubuh bisa mengeluarkan senyawa peradangan dan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Senyawa-senyawa peradangan disebut juga sitokin. Zat ini dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Para peneliti juga menemukan bahwa senyawa sitokin dapat menyebabkan kanker tertentu. Disebutkan bahwa lemak perut berkaitan erat dengan kanker usus besar, kanker kerongkongan, dan kanker pankreas.

Bahaya perut buncit juga terkait dengan peningkatan produksi kolesterol buruk dan penurunan produksi kolesterol baik. Itulah mengapa perut buncit dapat meningkatkan risiko penyakitkolesterol tinggi. Selain itu, lemak berlebih juga menyebabkan insulin menjadi kurang efektif dalam mengontrol gula darah sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, lemak berlebih juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, bahkan meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.

Cara Mengecilkan Perut Buncit

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, lemak viseral adalah lemak yang banyak berperan pada timbulnya perut buncit. Berbeda dengan lemak subkutan yang berada dekat dengan kulit, lemak ini berada di sekitar organ dalam, sehingga sulit untuk dihilangkan. Namun demikian, Anda dapat melakukan beberapa cara mengecilkan perut buncit.

Anda dapat mengencangkan otot perut Anda dengan sit-up atau gerakan lainnya, tetapi dengan hanya melakukan latihan-latihan itu tidak akan menyingkirkan perut buncit secara bermakna. Lakukanlah strategi kombinasi diet dan olahraga yang ditujukan untuk mengurangi berat badan, mengurangi lemak tubuh total sekaligus menghilangkan lemak di perut.

Meskipun mengecilkan perut buncit bukan perkara mudah, Anda tetap perlu berusaha untuk mengatasi perut buncit. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi dan asupan kalorinya
    Untuk mengurangi lemak pada perut, Anda perlu mengurangi asupan kalori dalam tub Konsumsi kalori setidaknya dikurangi 500-1000 kalori per hari dari total kebutuhan. Kurangi karbohidrat dan mulai mengonsumsi banyak sayuran, buah, produk susu rendah lemak, produk biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.
  • Perbanyak aktivitas fisik
    Kurangnya aktivitas dapat membuat Anda kesulitan mengecilkan perut buncit. Mulai biasakan melakukan olahraga, dengan kombinasi latihan angkat beban dan Jika sudah tidak terbiasa melakukan olahraga berat, mulailah dengan rutin berjalan kaki atau yoga.
  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol
    Selain tidak baik untuk kesehatan, minuman beralkohol juga dapat menyebabkan perut Anda menjadi buncit.
  • Hindari stres
    Stres juga dapat memicu perut buncit. Apabila Anda memiliki masalah, cobalah bermeditasi, lakukan relaksasi, dan berbincanglah dengan orang terdekat Anda.
  • Tidur yang cukup
    Kurang tidur dapat menyebabkan nafsu makan meningkat sehingga memengaruhi pola makan. Banyak penelitian juga menemukan bahwa kurang tidur berpengaruh pada peningkatan berat badan. Rekomendasi tidur sehari-hari untuk orang dewasa yaitu 7-8 jam per

Sumber : https://www.alodokter.com/bahaya-perut-buncit-dan-cara-mengatasinya

 

Lab Populer

orang-tua-1.png

26/06/2019 0

Menginjak usia 40 tahun, sering kali kita mulai dihantui oleh beberapa penyakit seperti diabetes atau gangguan jantung atau yang memiliki istilah penyakit degeneratif. Sebelum melakukan upaya pencegahan, ada baiknya kenali dulu macam penyakit degeneratif.


Penyakit degeneratif terjadi karena perubahan fungsi atau struktur yang mengakibatkan perubahan jaringan dan organ selama waktu tertentu. Penyakit degeneratif umumnya baru diketahui saat sudah parah. Penyebab penyakit degeneratif adalah karena bertambahnya usia dan gaya hidup yang tidak sehat.
Berikut akan dibahas beberapa penyakit degeneratif yang menjadi “momok” bagi seseorang yang sudah berusia lanjut.

Diabetes melitus
Diabetes melitus termasuk dalam penyakit degeneratif karena disebabkan oleh perubahan fungsi pankreas dan hormone insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi ke organ lain seperti jantung, ginjal, mata dan beberapa organ lain. Faktor genetic memiliki pengaruh atas terjadinya diabetes melitus tipe 2, namun gaya hidup yang tidak sehat merupakan penyebab utamanya.

Penyakit Jantung
Penyakit jantung dan pembuluh darah yang dapat menimbulkan dampak ke jantung disebut dengan penyakit kardiovaskular. Faktor resiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular adalah tekanan darah tinggi dan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi terjadinya penumpukan plak lemak pada pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular dapat mengalami komplikasi seperti menyebabkan gagal jantung, serangan jantung atau stroke.

Osteoporosis
Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Hal ini mengakibatkan tulang menjadi mudah patah atau berubah bentuk (bungkuk). Retak atau patah umumnya terjadi pada pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang. Osteoporosis disebabkan karena pembentukan tulang baru tidak sebanyak tulang yang harus digantikan. Bertambahnya usia dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.

Kanker
Kanker merupakan sebutan penyakit yang di mana sel abnormal berkembang tanpa kontrol dan dapat menyerang jaringan di dekatnya. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem darah dan getah bening. Terdapat beberapa jenis kanker berdasarkan awal mula kanker berkembang.

Bagaimana Cara Tetap Sehat di Masa Tua?
Aktifitas fisik dan pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh merupakan kunci untuk memiliki tubuh yang sehat. Mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan nutrisi dan menyeimbangkan asupan energi dengan aktifitas fisik diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Konsumsi makanan yang tidak seimbang seperti terlalu tinggi gula, karbohirat atau lemak dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Selain itu juga harus menyeimbangkan jumlah asupan kalori yang masuk dengan jumlah energi yang dikeluarkan melalui aktifitas fisik.

Artikel ini telah di terbitkan di https://vivahealth.co.id dengan judul “KENALI PENYAKIT DEGENERATIF PENGUSIK MASA TUA”

Lab Populer

diet-1.png

26/06/2019 0
Jangan minum kopi kalau lagi diet, kopi itu bisa bikin gemuk. Dan masih banyak lagi mitos tentang diet yang kita dengarkan dari masyarakat untuk menasehati seseorang yang memiliki berat badan berlebih.

Mitos diet sering kali digunakan untuk menasehati seseorang yang memiliki berat badan berlebih, namun tanpa fakta yang mendukungnya. Banyak mitos yang terdengar di masyarakat terkait dengan upaya menurunkan berat badan. Berikut beberapa fakta untuk membantu mengetahui fakta yang benar.

Kurangi Karbohidrat untuk Menurunkan Berat Badan
Fakta: Karbohidrat memiliki 2 jenis yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana umumnya terkandung pada kue dan permen. Sedangkan, karbohidrat komplek dapat ditemukan dalam roti gandum, kacang-kacangan, dan buah yang memiliki banyak kandungan nutrisi baik untuk tubuh. Untuk menurunkan berat badan maka dapat mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana.

Menghindari Semua Makanan yang Berlemak
Fakta: Tidak semua lemak perlu untuk dihindari hanya agar berat badan dapat turun. Lemak masih merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga perlu tetap masuk dalam menu diet. Tetapi karena lemak memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi dari karbohidrat dan protein, maka perlu dibatasi konsumsinya. Lemak sehat yang baik untuk dikonsumsi seperti alpukat, minyak zaitun, atau kacang-kacangan.

Berpuasa Dapat Menurunkan Berat Badan dengan Cepat
Fakta: Berpuasa belum tentu dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Karena berpuasa dapat menyebabkan seseorang mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar saat jadwal makan. Sehingga jumlah kalori yang dikonsumsi pun sama saja. Memiliki jadwal makan yang teratur dan membatasi jumlah kalori dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat.

Penurunan Berat Badan Harus Dalam Waktu yang cepat
Fakta: Mengalami penurunan berat badan dalam waktu singkat dapat menyebabkan berat badan naik kembali seperti semula. Terutama jika dilakukan dengan cara yang tidak sehat. Penurunan berat badan yang perlahan namun dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat dapat memberikan hasil yang lebih realistis. Jika menginginkan penurunan berat badan dengan drastis, maka perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Kopi Dapat Merusak Diet
Fakta: Menurut penelitian, kopi yang dikonsumsi dalam jumlah 2-3 gelas sehari masih aman masuk dalam diet sehat. Kandungan antioksidan dalam senyawa organic tumbuhan dapat berguna bagi tubuh. Penelitian menunjukkan kopi dapat membantu mengurangi resiko diabetes tipe 2, batu empedu, penyakit Parkinson dan beberap jenis kanker. Yang perlu dilakukan adalah menjaga kalori kopi tetap terkontrol dengan menghindari penggunaan krim, gula, dan sirup rasa.

Diet dengan Menghindari Sarapan atau Diet dengan Sarapan?
Fakta: Sarapan dapat membantu mengatur rasa lapar dan menghindari konsumsi camilan tidak sehat. Perhatikan kebutuhan tubuh dan aktifitas harian yang dilakukan. Jika membutuhkan banyak energi, maka pilihlah untuk sarapan dengan menu sehat seperti sereal atau yogurt.

Artikel ini telah di terbitkan di https://vivahealth.co.id dengan judul “MITOS DIET MALAH MERUSAK DIET”

Lab Populer