Waspadai Bahan Kosmetik Berbahaya yang Mengancam Kesehatan Anda

13/03/2020 by Lab Populer0
waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya-yang-mengancam-kesehatan-anda-1584001663.jpg

Bahan dalam kosmetik berbahaya yang dilarang

Di Indonesia, peredaran kosmetik diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tepatnya dalam Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2019 tentang Cemaran dalam Kosmetika. Cemaran yang dimaksud adalah zat berbahaya yang masuk ke kosmetik akibat proses pengolahan, penyimpanan, dan/atau terbawa dari bahan baku yang digunakan dalam pembuatan kosmetik tersebut.

Terdapat tiga jenis cemaran yang terkandung dalam kosmetik berbahaya, yakni:

  • Cemaran mikroba, yakni terdapatnya mikroba yang dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti angka lempeng total, angka kapang dan khamir, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans.
  • Cemaran logam berat, yakni elemen kimiawi metalik dan metaloida, memiliki bobot atom dan bobot jenis yang tinggi, serta bersifat racun bagi makhluk hidup, yaitu merkuri (Hg), timbal (Pb), arsen (As), dan kadmium (Cd).
  • Cemaran kimiawi, yakni zat berbahaya dari senyawa kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia, contohnya 1,4-Dioxane.

Selain bahan-bahan di atas, sebuah kosmetik menjadi berbahaya bila menggunakan zat yang tidak ada dalam daftar tersebut, namun dosisnya lebih tinggi. Contoh kasus ini adalah kandungan hidrokinon dalam kosmetik pencerah kulit yang lebih dari 4%.

Idealnya, rara-rata kosmetik hanya boleh mengandung hidrokinon 2%. Itupun, pemakaiannya harus diawasi oleh dokter kulit karena zat ini bisa menimbulkan efek samping, seperti iritasi, eritema (kulit memerah), dan muncul rasa terbakar.

Cara mengetahui kosmetik berbahaya

Meski BPOM berkali-kali melakukan razia kosmetik berbahaya maupun ilegal, make-up yang membahayakan kesehatan manusia ini seperti tak ada habisnya. Untuk itu, Anda harus proaktif dengan dapat mengenali sendiri beberapa ciri-ciri kosmetik yang berbahaya berikut ini:

  • Tidak ada izin edar dari BPOM

Hingga pertengahan Maret 2020 ini, terdapat lebih dari 14 ribu jenis kosmetik yang sudah didaftarkan di BPOM. Seluruh kosmetik yang sudah lolos uji BPOM dipastikan aman dan tidak mungkin mengandung bahan-bahan berbahaya.

Sebaliknya, kosmetik yang tidak memiliki izin edar dari BPOM bisa jadi mengandung salah satu bahan berbahaya di atas. Untuk mengecek apakah merk kosmetik Anda terdaftar atau tidak, Anda cukup berkunjung ke laman resmi BPOM dan memasukkan nama produk atau merek kosmetik tersebut.

Kosmetik yang memiliki izin edar BPOM tidak perlu mencantumkan nomor registrasi. Namun, mereka harus mencantumkan nama dan alamat produsen pada label kemasan agar Anda bisa memeriksanya melalui situs BPOM ini.

  • Memiliki kandungan berbahaya pada label komposisinya

Selalu cek komposisi kosmetik yang Anda gunakan dan hindari bahan-bahan berbahaya yang disebutkan di atas, begitu pula zat turunannya. Untuk merkuri, misalnya, juga bisa tertulis sebagai calomel, cinnabaris, hydrargyri oxydum rubrum, quicksilver, hingga mercuric amidochloride, mercury oxide, atau garam merkuri.

  • Lihat warnanya

Krim atau kosmetik yang mengandung merkuri biasanya berwarna abu-abu atau krem. Namun, tidak semua kosmetik dengan warna ini mengandung merkuri.

  • Bau

Penggunaan merkuri atau logam berat lainnya dalam kosmetik berbahaya akan meninggalkan jejak beruba bau logam yang kuat. Untuk menutupi ini, produsen kosmetik nakal biasanya menambahkan pewangi untuk menutupi bau logam tersebut.

Menggunakan kosmetik berbahaya dapat mengancam kesehatan Anda dalam jangka pendek, misalnya iritasi dan rasa terbakar. Sedangkan pada jangka panjang, Anda bisa terkena kanker kulit, kelainan hormon, hingga masalah pada saraf.

Jadi, jangan sampai Anda menggunakan kosmetik berbahaya ini. Jika tidak yakin produk yang Anda gunakan berbahaya atau tidak, Anda juga bisa langsung bertanya kepada BPOM lewat call center.

Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/waspadai-bahan-kosmetik-berbahaya-yang-mengancam-kesehatan-anda

Lab Populer


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *