9 Juli 2025

Mengapa Jarang Buang Air Kecil Bisa Berbahaya?

Jarang buang air kecil bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan cairan atau ada masalah kesehatan. Normalnya, orang sehat buang air kecil sekitar 6–8 kali sehari. Mayo Clinic mengatakan, jika frekuensi sangat rendah, ada risiko dehidrasi yang membebani ginjal. Berikut beberapa alasan mengapa jarang pipis perlu diwaspadai: Dehidrasi. Minum terlalu sedikit cairan akan membuat volume urine menurun drastis. Dehidrasi kronis dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan membuat ginjal lebih sulit menyaring darah. Gejalanya meliputi urine pekat berwarna gelap, mulut kering, dan pusing. Masalah Ginjal atau Saluran Kemih. Jarang pipis bisa juga disebabkan sumbatan (misalnya batu ginjal) yang menghambat aliran urine. Jika disertai nyeri perut/samping dan demam, segera periksa ke dokter. Infeksi saluran kemih yang berat juga kadang membuat buang air kecil jadi jarang tapi menyakitkan. Efek Samping Obat. Beberapa obat, terutama diuretik dosis tinggi, secara paradoks bisa membuat tubuh menahan cairan sehingga menurunkan frekuensi buang air kecil. Jika kamu sedang minum obat tertentu, cek efek sampingnya. Pola Hidup dan Diet. Konsumsi kafein atau alkohol berlebihan awalnya meningkatkan keluarnya urine, tetapi jika lama-kelamaan malah terjadi dehidrasi, tubuh bisa ‘hemat’ cairan. Pastikan asupan air putih cukup setiap hari (sekitar 2 liter). Menurut CDC, hidrasi penting untuk fungsi tubuh termasuk ekskresi limbah. Jika merasa sangat jarang buang air kecil dalam satu hari (misalnya kurang dari 3–4 kali) dan mengalami keluhan di atas, sebaiknya periksakan diri. Jangan anggap remeh, karena ginjal yang tidak sehat bisa berdampak serius. Kunci utamanya adalah minum cukup air dan mendengarkan sinyal tubuh agar selalu sehat. Sumber: Mayo Clinic

Mengapa Jarang Buang Air Kecil Bisa Berbahaya? Read More »

4 Minuman Tradisional untuk Jaga Imunitas Tubuh

Di Indonesia, banyak sekali minuman tradisional berbahan rempah yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut Alodokter, salah satu manfaat utama minuman tradisional adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa contoh minuman yang populer di masyarakat antara lain: Wedang Jahe: Minuman jahe hangat ini kaya gingerol dan vitamin C. Alodokter menyebutkan bahwa kandungan vitamin C dalam jahe bersifat antioksidan, mampu memperkuat sistem imun dan melindungi sel tubuh. Konsumsi wedang jahe secara teratur dapat membantu tubuh melawan infeksi. Jamu Kunyit Asam: Perpaduan kunyit dan asam jawa ini banyak dikonsumsi saat musim hujan. Alodokter menjelaskan bahwa jamu kunyit asam dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena asam jawa membantu produksi antibodi dalam sistem imun. Kurkumin pada kunyit juga bersifat antiperadangan yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Teh Serai (Wedang Serai): Aromaterapi alami dari daun serai membantu relaksasi dan kekebalan tubuh. Hello Sehat mengungkapkan serai dikenal sebagai obat alami yang “meningkatkan kekebalan tubuh” sekaligus menenangkan pikiran, sehingga dapat membantu tidur lebih nyenyak. Bandrek: Minuman tradisional Jawa Barat ini berbahan jahe, gula aren, dan rempah lain. Alodokter menyebut jahe dalam bandrek dapat “meningkatkan imunitas tubuh” sekaligus meredakan peradangan dan gejala flu ringan. Dengan rutin mengonsumsi minuman-rempah di atas sekaligus menjaga pola hidup sehat (olahraga teratur dan istirahat cukup), kekebalan tubuh akan lebih optimal. Sumber: Liputan6 (8 Resep Minuman Tradisional untuk Jaga Kekebalan Tubuh) Alodokter (Minuman Tradisional Indonesia dan Manfaatnya untuk Tubuh) HelloSehat (6 Manfaat Teh Serai, Herbal yang Bantu Cegah Penyakit)

4 Minuman Tradisional untuk Jaga Imunitas Tubuh Read More »

Scroll to Top