12 Juli 2025

Pentingnya Vaksin Tetanus: Kapan Harus Booster Lagi?

Tetanus adalah penyakit serius yang disebabkan bakteri Clostridium tetani. WHO dan Kemenkes RI menganjurkan vaksin tetanus wajib bagi anak-anak dan dewasa untuk mencegah penyakit mematikan ini. Vaksin tetanus berisi toxoid yang membentuk antibodi pelindung bila tubuh terpapar racun bakteri. Alodokter menjelaskan, setelah rangkaian DPT dasar di masa kanak-kanak, diperlukan vaksin TD booster setiap 10 tahun sekali untuk menjaga kekebalan tetanus tetap optimal. Ibu hamil juga direkomendasikan mendapatkan vaksin TDaP sekali pada kehamilan trimester 3, agar antibodi transfer ke bayi dan mencegah tetanus neonatorum. Dokter menyarankan, jika Anda terluka tusuk atau luka kotor, sebaiknya perbarui vaksin tetanus meskipun booster terakhir belum 10 tahun, karena bakteri tetanus mudah masuk melalui luka. Dengan vaksinasi lengkap dan booster rutin, risiko terinfeksi tetanus dapat diminimalkan seumur hidup. Sumber: Alodokter (Kegunaan Vaksin Tetanus dan Kapan Harus Mendapatkannya) Catatan: Artikel di atas dirangkum dari berbagai sumber kesehatan dan literatur terbaru. Selalu konsultasikan ke dokter jika ada keluhan serius.

Pentingnya Vaksin Tetanus: Kapan Harus Booster Lagi? Read More »

Olahraga HIIT vs Kardio Ringan: Mana yang Cocok untuk Pemula?

HIIT (High-Intensity Interval Training) dan kardio ringan masing-masing punya keunggulan. HIIT melibatkan latihan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat, sedangkan kardio ringan (misalnya jalan kaki, jogging pelan) bersifat aerobik dengan intensitas sedang. Menurut pakar kebugaran, meski HIIT efektif membakar kalori banyak dan meningkatkan kekuatan jantung, bagi pemula latihan ini berisiko cedera karena intensitasnya tinggi. Sebaliknya, kardio ringan lebih aman untuk pemula dan dapat dilakukan lebih lama tanpa kelelahan berlebihan. Pilihan terbaik tergantung tujuan Anda. Instruktur kebugaran umumnya menyarankan pemula memulai dengan kardio ringan rutin agar tubuh teradaptasi perlahan. Namun, jika kebugaran sudah memadai, HIIT dapat dicoba dengan bimbingan profesional. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh: tingkatkan intensitas latihan secara bertahap dan pastikan pemanasan yang cukup. Secara umum, pemula dapat mengombinasikan keduanya—misalnya jalan pagi harian plus 1 sesi HIIT mingguan—agar tubuh tetap fit tanpa risiko cedera berlebih. Sumber: Astronauts.id

Olahraga HIIT vs Kardio Ringan: Mana yang Cocok untuk Pemula? Read More »

Scroll to Top