15 Juli 2025

Tips Mencegah Dehidrasi saat Bersepeda di Siang Terik

Bersepeda di siang hari memang menyenangkan, tapi risiko dehidrasi pun meningkat. Menurut Alodokter, kunci mencegah dehidrasi adalah minum cukup air sebelum, saat, dan setelah beraktivitas. Sebelum bersepeda, minumlah 500–600 ml air beberapa jam sebelumnya, lalu 200–300 ml lagi 10–15 menit sebelum berangkat. Saat bersepeda di bawah terik, usahakan membawa botol berisi air mineral atau minuman elektrolit. Cobalah meneguk sedikit demi sedikit setiap 15–20 menit (sekitar 100–250 ml sekali teguk) untuk menggantikan cairan yang hilang saat berkeringat. Alodokter mengingatkan untuk menghindari minuman berkafein dan alkohol karena bersifat diuretik dan bisa mempercepat kehilangan cairan. Jika perjalanan cukup panjang, pertimbangkan minuman isotonik. Isotonik mengandung elektrolit (natrium, kalium, kalsium) yang membantu mengembalikan mineral tubuh pasca keringat. Penelitian menunjukkan, pepaya, pisang, atau minuman isotonik efektif mengatasi kehilangan sodium dan kalium. Intinya, minum teratur dan bawa bekal cairan bisa menghindarkan lemas dan kram otot. Menurut Alodokter, makan ringan seperti buah semangka juga bisa menambah asupan air. Jadi, sebelum bersepeda di matahari panas, siapkan bekal air dan elektrolit. Dengan begitu, dehidrasi dan kram otot bisa diminimalisir, perjalanan pun tetap aman dan nyaman. Sumber: Alodokter.com SerbaSepeda

Tips Mencegah Dehidrasi saat Bersepeda di Siang Terik Read More »

Fakta Seputar Vitamin D: Lebih dari Sinar Matahari

Vitamin D sering disebut “vitamin sinar matahari”, tapi kenyataannya banyak hal menarik tentang vitamin ini. Menurut HelloSehat, vitamin D dari sinar matahari (bentuk D3) ternyata lebih efektif dan tahan lama dalam darah dibanding vitamin D dari makanan (D2). Artinya, produksi vitamin D lewat paparan sinar pagi lebih optimal. Vitamin D sendiri berguna untuk penyerapan kalsium, membuat tulang kuat, otot sehat, bahkan mendukung kesehatan jantung dan imunitas. WHO bahkan menyarankan setidaknya 5–15 menit berjemur pagi beberapa kali seminggu untuk mengoptimalkan produksi vitamin D alami. Tapi tidak hanya dari matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan. Alodokter mencatat ikan salmon, tuna, dan produk susu kaya akan vitamin D, sementara kuning telur dan jamur juga sumber baik. Tak ketinggalan, suplemen minyak ikan (cod liver oil) sering direkomendasikan untuk orang yang sulit berjemur. Menurut ahli gizi, kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko depresi dan penyakit tulang. Intinya, meski sinar matahari penting, vitamin D lebih dari sekadar berjemur saja. Berbagai sumber bahan pangan dan suplemen pun membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Jadi, jangan malas mengonsumsi ikan berminyak atau telur, atau rutin berjemur sekitar 10 menit setiap pagi. Sumber: HelloSehat Alodokter

Fakta Seputar Vitamin D: Lebih dari Sinar Matahari Read More »

Scroll to Top