24 September 2026

Kolesterol Tinggi Sejak Muda? Kenali Hiperkolesterolemia Familial

24 September diperingati sebagai Familial Hypercholesterolaemia (FH) Awareness Day, sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang hiperkolesterolemia familial, yaitu kondisi genetik yang dapat menyebabkan kadar kolesterol LDL atau “kolesterol jahat” tetap tinggi sejak usia muda. Kolesterol tinggi sering dianggap sebagai masalah yang baru perlu diperhatikan ketika seseorang sudah berusia lanjut. Padahal, pada sebagian orang, kadar kolesterol tinggi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan sudah terjadi sejak masa kanak-kanak atau remaja. Apa itu Hiperkolesterolemia Familial? Hiperkolesterolemia familial adalah kondisi yang menyebabkan tubuh kurang efektif dalam mengeluarkan LDL dari dalam darah. Akibatnya, kadar LDL dapat tetap tinggi meskipun seseorang sudah berusaha menjaga pola makan dan gaya hidup. Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga. Karena itu, seseorang dengan riwayat keluarga memiliki kolesterol sangat tinggi atau penyakit jantung pada usia relatif muda perlu lebih memperhatikan kadar kolesterolnya. Mengapa perlu dikenali lebih awal? Kolesterol LDL yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap terbentuknya plak pada pembuluh darah. Proses tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Masalahnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang terasa. Seseorang dapat merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, sementara kadar kolesterolnya sudah berada di atas batas yang dianjurkan. Karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol melalui profil lipid dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tersebut. Siapa yang perlu lebih waspada? Perhatian lebih perlu diberikan apabila terdapat: Riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga. Anggota keluarga yang mengalami penyakit jantung pada usia relatif muda. Hasil pemeriksaan LDL yang sangat tinggi. Riwayat penyakit kardiovaskular yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor gaya hidup. Memiliki salah satu faktor tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami hiperkolesterolemia familial. Namun, informasi tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan evaluasi kesehatan lebih lanjut bersama tenaga medis. Jangan menunggu gejala untuk memeriksa kolesterol Pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh mulai memberikan tanda-tanda masalah. Untuk kondisi seperti kolesterol tinggi, pemeriksaan justru penting karena perubahan dapat terjadi tanpa keluhan yang jelas. Mengetahui kadar kolesterol sejak dini dapat membantu seseorang memahami kondisi kesehatannya dan menentukan langkah selanjutnya bersama tenaga kesehatan. Jaga kesehatan bukan hanya ketika sakit. Kenali kondisi tubuh sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Laboratorium Populer hadir untuk membantu pemeriksaan kesehatan Anda dengan layanan laboratorium yang mudah diakses. 📍 Kunjungi cabang Laboratorium Populer terdekat dan lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan Anda.

Kolesterol Tinggi Sejak Muda? Kenali Hiperkolesterolemia Familial Read More »

Tips Cepat Pulih Setelah Tes Darah / Ambil Darah

Pengambilan darah merupakan bagian dari berbagai pemeriksaan kesehatan. Prosesnya biasanya berlangsung singkat dan hanya mengambil sejumlah kecil darah untuk dianalisis di laboratorium. Meski demikian, beberapa orang dapat merasa sedikit pusing, lemas, mual, atau mengalami rasa tidak nyaman pada area bekas pengambilan darah. Keluhan tersebut umumnya bersifat sementara. Kondisi setiap orang juga dapat berbeda. Rasa pusing atau lemas setelah pengambilan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti belum makan karena harus berpuasa sebelum pemeriksaan, kurang minum, rasa cemas terhadap jarum suntik, atau respons tubuh terhadap proses pengambilan darah. Setelah pemeriksaan selesai, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu tubuh kembali nyaman dan mencegah keluhan menjadi lebih berat. 1. Jangan Langsung Berdiri Setelah Pengambilan Darah Setelah proses pengambilan darah selesai, jangan terburu-buru berdiri dan langsung melanjutkan aktivitas. Tetap duduk selama beberapa saat. Jika merasa pusing, lemas, berkeringat dingin, mual, atau pandangan terasa berkunang-kunang, segera beri tahu petugas dan tetap dalam posisi duduk atau berbaring sampai kondisi membaik. Sebagian orang dapat mengalami respons vasovagal, yaitu penurunan tekanan darah dan denyut jantung yang dapat terjadi sebagai respons terhadap rasa takut, nyeri, atau situasi tertentu selama pengambilan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa ingin pingsan. Karena itu, berikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi sebelum kembali beraktivitas. 2. Minum Air Putih yang Cukup Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan setelah pemeriksaan darah. Jika sebelumnya harus berpuasa, tubuh mungkin sudah beberapa jam tidak mendapatkan makanan dan minuman. Setelah pemeriksaan selesai, minumlah air putih secara bertahap sesuai kebutuhan dan instruksi pemeriksaan. Minum air putih dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan membuat tubuh terasa lebih segar setelah pemeriksaan. Namun, jika rasa pusing cukup berat atau tidak kunjung membaik, jangan hanya mengandalkan minum air. Sampaikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan. 3. Segera Makan Jika Pemeriksaan Mengharuskan Puasa Tidak semua pemeriksaan darah membutuhkan puasa. Namun, beberapa jenis pemeriksaan memang mengharuskan pasien berpuasa selama periode tertentu sesuai instruksi tenaga kesehatan. Jika pemeriksaan yang membutuhkan puasa sudah selesai, Anda dapat kembali makan sesuai anjuran yang diberikan. Pilih makanan yang cukup bergizi dan konsumsi dalam jumlah yang wajar. Makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta cairan dapat membantu memenuhi kembali kebutuhan energi dan nutrisi tubuh. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mendapatkan instruksi khusus dari dokter, tetap ikuti anjuran tersebut. 4. Tekan Area Bekas Pengambilan Darah Setelah jarum dilepas, petugas biasanya akan memberikan kapas atau kasa pada area bekas tusukan dan meminta Anda menekannya selama beberapa waktu. Pertahankan tekanan pada area tersebut sesuai arahan petugas. Jangan terlalu cepat melepas kapas hanya karena merasa perdarahan sudah berhenti. Tekanan membantu menghentikan perdarahan dari pembuluh darah kecil di area pengambilan darah. Jika Anda mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi proses pembekuan darah, informasikan kepada petugas kesehatan. Kondisi tersebut dapat membuat perdarahan membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti. 5. Hindari Aktivitas Berat Sementara Setelah pengambilan darah, Anda umumnya tetap dapat menggunakan lengan untuk aktivitas ringan apabila tidak terasa nyeri. Namun, jika area bekas tusukan terasa sakit atau masih mengeluarkan darah, hindari aktivitas yang memberikan tekanan atau beban berat pada lengan tersebut untuk sementara. Mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas fisik yang intens segera setelah pengambilan darah dapat membuat area bekas tusukan kembali berdarah atau terasa lebih tidak nyaman. Berikan waktu sampai kondisi area tersebut stabil sebelum kembali melakukan aktivitas berat. 6. Jangan Khawatir Jika Muncul Memar Kecil Memar kecil di sekitar area bekas pengambilan darah dapat terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh sedikit darah yang keluar dari pembuluh darah ke jaringan di bawah kulit. Memar dapat terlihat berwarna kemerahan, kebiruan, hingga kekuningan selama proses penyembuhan. Pada umumnya, memar kecil akan berangsur-angsur menghilang dengan sendirinya. Namun, perhatikan apabila memar semakin besar, pembengkakan bertambah, terasa sangat nyeri, atau disertai keluhan lain yang tidak biasa. Jika kondisi tersebut terjadi, konsultasikan kepada tenaga kesehatan. 7. Istirahat Jika Tubuh Masih Terasa Lemas Tidak semua orang langsung merasa segar setelah pemeriksaan darah. Jika tubuh masih terasa lemas atau pusing, berikan waktu untuk beristirahat sebelum kembali melakukan aktivitas. Duduk atau berbaring di tempat yang aman dapat membantu mencegah risiko jatuh apabila tiba-tiba merasa pusing. Jika Anda datang sendiri dan merasa sangat pusing atau hampir pingsan, jangan memaksakan diri untuk langsung pulang atau mengemudi. Beri tahu petugas agar Anda dapat memperoleh bantuan. Pastikan kondisi tubuh sudah cukup baik sebelum melanjutkan perjalanan atau aktivitas lainnya. 8. Hindari Aktivitas Fisik Berat Jika Masih Pusing Jika kondisi tubuh terasa normal, aktivitas sehari-hari umumnya dapat dilanjutkan. Namun, apabila masih merasa lemas atau pusing, sebaiknya tunda aktivitas fisik yang berat sampai kondisi kembali membaik. Olahraga intens, mengangkat beban berat, atau pekerjaan fisik yang menguras tenaga sebaiknya tidak dipaksakan ketika tubuh belum terasa siap. Beristirahat sejenak dapat membantu tubuh kembali nyaman sebelum melakukan aktivitas seperti biasa. 9. Perhatikan Kondisi Tubuh Setelah Pulang Sebagian besar orang dapat kembali beraktivitas setelah pengambilan darah tanpa mengalami masalah berarti. Meski begitu, tetap perhatikan kondisi tubuh setelah pemeriksaan. Keluhan ringan seperti sedikit nyeri pada area bekas tusukan atau memar kecil dapat terjadi dan biasanya akan membaik secara bertahap. Sebaliknya, apabila muncul perdarahan yang tidak berhenti meskipun sudah diberikan tekanan, pembengkakan yang semakin besar, nyeri yang berat, atau pusing dan rasa ingin pingsan yang tidak membaik, segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Mengapa Setelah Tes Darah Bisa Terasa Pusing? Rasa pusing setelah pengambilan darah tidak selalu disebabkan oleh jumlah darah yang diambil. Untuk pemeriksaan laboratorium, jumlah darah yang diambil umumnya relatif sedikit. Rasa pusing dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rasa takut terhadap jarum, kecemasan, berdiri terlalu cepat, kurang makan, kurang minum, maupun respons vasovagal. Bagi orang yang mudah merasa tidak nyaman saat melihat darah atau menjalani prosedur dengan jarum, memberi tahu petugas sejak awal dapat membantu. Petugas dapat membantu menyiapkan posisi yang lebih aman dan memberikan perhatian selama maupun setelah proses pengambilan darah. Bagaimana Jika Takut Jarum? Rasa takut terhadap jarum dapat membuat sebagian orang merasa lebih tegang selama pemeriksaan. Ketegangan tersebut juga dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman. Jika Anda memiliki riwayat pusing atau hampir pingsan saat pengambilan darah, beri tahu petugas sebelum prosedur dimulai. Anda juga dapat menghindari melihat jarum atau

Tips Cepat Pulih Setelah Tes Darah / Ambil Darah Read More »

Scroll to Top