Tips Sehat

Kolesterol “Baik” vs “Jahat”: Fakta atau Mitos Tentang Omega-3?

Kolesterol LDL (“jahat”) yang menumpuk di dinding arteri dapat memicu penyakit jantung, sedangkan HDL (“baik”) membantu membersihkan kolesterol berlebih dari pembuluh darah. Omega-3 sering diklaim menurunkan kolesterol “jahat”, namun kenyataannya asam lemak ini paling efektif menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Dengan menaikkan HDL, omega-3 justru membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah. Jadi, mitos bahwa omega-3 secara drastis menurunkan LDL tidak sepenuhnya tepat. Namun, suplementasi omega-3 tetap bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular karena sifatnya mengurangi radang dan memperlancar aliran darah. Untuk kesehatan jantung optimal, penuhi diet dengan ikan berlemak (sumber omega-3), sayur-sayuran, serta olahraga teratur dan hindari gula serta lemak trans. Sumber: Alodokter (Omega-3)

Kolesterol “Baik” vs “Jahat”: Fakta atau Mitos Tentang Omega-3? Read More »

Sariawan Berkepanjangan? Kenali Penyebab dan Langkah Pencegahannya

Sariawan adalah luka kecil di dalam mulut yang umumnya sembuh dalam 4–14 hari. Namun jika terus muncul atau tak kunjung sembuh, bisa jadi ada penyebab mendasar. Alodokter mengingatkan, kekurangan vitamin B kompleks (B6, B9, B12), zat besi, atau zinc sering memicu sariawan berkepanjangan. Faktor lain seperti kebiasaan mengigit bibir/lidah, mulut kering, stres berlebih, serta infeksi atau penyakit autoimun (misalnya lupus/HIV) juga dapat memperburuk luka sariawan. Pencegahan sariawan berulang penting dilakukan. Jaga kebersihan mulut: gosok gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut, dan pakai dental floss secara rutin. Penuhi nutrisi tubuh dengan konsumsi makanan bergizi tinggi vitamin (misalnya sayur hijau, hati sapi, buah), serta minum minimal 8 gelas air per hari untuk menghindari mulut kering. Hindari makanan dan minuman yang terlalu asam, pedas, atau keras yang dapat melukai mukosa mulut. Selain itu, kelola stres dengan rutin melakukan aktivitas santai seperti olahraga ringan atau meditasi. Dengan menjaga kesehatan mulut dan pola hidup sehat, risiko sariawan kambuh dapat berkurang. Jika sariawan tetap sering muncul meski sudah berusaha mencegah, sebaiknya periksakan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Sumber: Alodokter (Cara Mencegah Sariawan Agar Tidak Kembali Lagi)

Sariawan Berkepanjangan? Kenali Penyebab dan Langkah Pencegahannya Read More »

Skrining Kesehatan Tahunan: Pemeriksaan Penting yang Sering Terlupakan

Pemeriksaan kesehatan tahunan (medical check-up) membantu deteksi dini masalah kesehatan. Sebaiknya Anda rutin cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh (IMT) untuk memantau penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Selain itu, lakukan skrining kanker sesuai usia: misalnya pap smear/HPV setiap beberapa tahun sekali untuk wanita, mammogram 1-2 tahun sekali mulai usia 40, dan kolonoskopi bagi usia 50 ke atas. Periksa juga aspek lain: kunjungi dokter mata untuk cek penglihatan, terutama jika Anda punya diabetes, dan ke dokter gigi minimal setahun sekali untuk mencegah masalah mulut. Dokter kulit bisa mendeteksi kelainan pada tahi lalat atau kulit setiap tahun. Meskipun pemeriksaan rutin tidak dapat menjamin 100% terhindar dari penyakit, langkah sederhana ini membuat Anda lebih waspada dan siap mengambil tindakan pencegahan lebih awal. Sumber: KlikDokter (Medical Check-up) AXA Mandiri

Skrining Kesehatan Tahunan: Pemeriksaan Penting yang Sering Terlupakan Read More »

Gizi Seimbang untuk Penderita Diabetes: Pilihan Makanan yang Aman dan Lezat

Penderita diabetes harus bijak memilih makanan untuk menjaga kadar gula. Pilihan utama adalah karbohidrat kompleks dan makanan tinggi serat. Contohnya nasi merah, oat, umbi-umbian (kentang, ubi) serta buah-buahan segar dan sayuran berdaun hijau. Karbohidrat jenis ini diserap lebih lambat, mencegah lonjakan gula darah. Protein tanpa lemak juga penting, misalnya daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, dan kacang-kacangan. Lemak sehat (tak jenuh) seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, dan ikan berlemak pun dianjurkan. Lemak baik ini justru menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular pada diabetes. Batasi makanan berlemak jenuh (gorengan, daging berlemak) dan gula tambahan. Selain itu, konsumsi vitamin, mineral, dan antioksidan dari sayur buah sangat dianjurkan. Misalnya, sayur hijau, stroberi, dan jeruk kaya vitamin C dan serat. Jika ingin makanan manis, penderita dapat menggunakan pemanis alternatif (seperti stevia atau sucralose) dalam jumlah terbatas. Dengan kombinasi gizi seimbang—karbohidrat kompleks, protein baik, lemak sehat, dan serat—penderita diabetes bisa makan lezat tanpa khawatir kadar gula melonjak. Sumber: Alodokter “Pilihan Makanan yang Aman untuk Penderita Diabetes”

Gizi Seimbang untuk Penderita Diabetes: Pilihan Makanan yang Aman dan Lezat Read More »

Self-Massage di Rumah, Teknik Ringan Untuk Redakan Otot Tegang

Pijat diri sendiri (Self-Massage) di rumah bisa membantu meredakan otot tegang tanpa perlu ke salon. Menurut Hello Sehat, pijatan lembut pada otot yang tegang membuat tubuh menjadi rileks dan nyaman. Tekanan ringan saat memijat meningkatkan aliran darah ke otot, sehingga otot-otot yang kakuperlahan mengendur. Bahkan praktik refleksi kaki (pijat kaki) diyakini mampu melemaskan otot seluruh tubuh dan menghilangkan pegal. Beberapa teknik sederhana yang bisa dicoba dirumah: Mulai dengan pemanasan ringan. Lakukan gerakan stretching (peregangan) atau putar leher dan pundak perlahan untuk menghangatkan otot. Pijat area yang tregang. Letakan kedua tangan di bahu yang berlawanan, tekan perlahan lalu goyangkan. Gunakan ibu jari untuk meremas otot leher dan punggung bagian atas dengan gerakan memutar. Jika ada bola pijat atau botol es, tekan rimgam di punggung dengan gerakan maju-mundur. Pijat kaki secara refleksi. Tempelkan ibu jari tangan di telapak kaki, tekan perlahan, lalu gerakan memutar. Alodokter menyebut bahwa teknik ini dipercaya dapat meningkatkan aliran energi (chi) tubuh dan meredakan keluhan seperti mual dan pegak karena ketegangan. Ingat, pijat sendiri harus dilakukan dengan lembut dan perlahan. Fokuskan pada otot yang nyeri atau tegang, tapi jangan terlalu keras memijat agar tidak menimbulkan memar. Setelah selesai, akhiri dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi sambil tarik napas panjang agar otot benar-benar relaks. Menurut ahli fisioterapi, meluangkan 5–10 menit memijat ringan ini secara rutin dapat signifikan mengurangi ketegangan otot dan mempercepat pemulihan setelah aktivitas berat. Sumber: HelloSehat Alodokter FocusFit

Self-Massage di Rumah, Teknik Ringan Untuk Redakan Otot Tegang Read More »

Gadget Detox: 3 Langkah Mudah Jaga Kesehatan Mata saat Weekend

Istirahat dari layar gadget penting untuk merawat mata. Arvis (2024) menyarankan tiga langkah simpel: Metode 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sekitar 6 meter jauhnya. Cara ini memberi otot mata waktu istirahat sejenak dan mencegah ketegangan mata. Studi menunjukkan penerapan rutin 20-20-20 dapat mengurangi mata kering dan kelelahan mata akibat penggunaan komputer yang lama. Mode Malam dan Kecerahan Optimal: Redupkan kecerahan layar agar tidak menyilaukan mata. Aktifkan mode malam atau filter cahaya biru di gadget, terutama di malam hari. Cahaya biru layar yang berlebihan dapat mengganggu ritme tidur dan merusak retina jangka panjang. Dengan fitur ini, emisi biru berkurang dan mata pun lebih nyaman. Batasi Waktu Gadget dan Istirahat: Hindari penggunaan gadget sebelum tidur; matikan layar 30 menit sebelum tidur untuk menjaga produksi melatonin dan kualitas tidur. Selama jangka panjang, usahakan istirahat sejenak setiap 1 jam bekerja di depan layar. Pergi ke luar sejenak atau melakukan peregangan akan membantu mengendurkan otot mata. Secara keseluruhan, digital detox membantu memulihkan mata. Menurut peneliti kesehatan mata, melaksanakan 20-20-20 secara konsisten dapat menurunkan risiko mata kering dan ketegangan. Kombinasi langkah-langkah di atas memberi kesempatan mata beristirahat dan menjaga kesehatan mata saat kita sibuk bersama gadget. Jadi gunakan weekend-mu untuk mengurangi screen time: matikan notifikasi, kurangi sosmed, dan berikan mata kesempatan beristirahat dengan langkah-langkah di atas. Sumber: Arvis (2024)

Gadget Detox: 3 Langkah Mudah Jaga Kesehatan Mata saat Weekend Read More »

5 Minuman Herbal Anti-Inflamasi yang Mudah Dibuat di Rumah

Bahan-bahan herbal lokal kaya akan senyawa antiinflamasi alami. Berdasarkan Liputan6, jahe, kunyit, dan serai mengandung senyawa gingerol, kurkumin, dan citral yang kuat melawan peradangan. Misalnya, wedang jahe hangat kaya gingerol mampu meredakan inflamasi otot dan pernapasan. Begitu pula jamu kunyit-serai (rebusan kunyit, jahe, sereh) mengandung kurkumin dan citral antiradang. Tambahan madu alami dalam minuman herbal juga memperkuat efek antiinflamasi, karena madu manuka terbukti memiliki sifat antiradang tinggi. Contoh lain, teh herbal dan rempah: Rebusan Daun Serai & Jeruk Nipis: Serai mengandung citral yang membantu meredakan peradangan dan sakit tenggorokan. Menambahkan perasan jeruk nipis memberikan tambahan vitamin C dan sensasi segar. Air Hangat Kayu Manis: Kayu manis mengandung polifenol antiradang. Rebus beberapa batang kayu manis, seduh, dan tambahkan sedikit madu. Minuman ini baik untuk menenangkan peradangan dalam tubuh. Wedang Temulawak: Kurkumin dalam temu lawak berkhasiat antiradang seperti kunyit, cocok direbus sebagai jamu. Singkatnya, cukup rebus jahe segar, kunyit, serai, atau kayu manis dengan air mendidih, lalu saring. Tambahkan perasan lemon atau madu sesuai selera. Menurut pakar kesehatan masyarakat, mengonsumsi minuman herbal di atas secara rutin dapat membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh, sehingga penyakit radang (seperti rematik atau asam lambung) dapat diminimalkan. Jadikan ritual mudah ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat di rumah. Sumber: Liputan6.com Aodokter

5 Minuman Herbal Anti-Inflamasi yang Mudah Dibuat di Rumah Read More »

Fakta Unik Keringat: Apa Warna dan Bau Tubuh Kita Sampaikan?

Tahukah kamu? Keringat sebenarnya sebagian besar terdiri dari air garam dan lemak tubuh. Menurut Alodokter, ada dua jenis kelenjar keringat utama: ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat encer yang tidak berbau dan berfungsi mengatur suhu tubuh, sedangkan kelenjar apokrin (di area ketiak atau selangkangan) memproduksi keringat lebih pekat berlemak. Dengan kata lain, keringat murni dari tubuh kita memang tidak berwarna dan tidak berbau. Seperti yang dijelaskan Dove, bau badan sering disangka dari keringat, padahal dilansir oleh Dove, bau tersebut muncul karena keringat bercampur bakteri di kulit. Noda kuning yang terlihat di baju juga bukan dari keringat itu sendiri, melainkan akibat campuran keringat dengan residu deodoran atau lemak tubuh. Namun ada kondisi unik: chromhidrosis. Pada kondisi langka ini, pigmen lipofuscin di kelenjar keringat membuat warna keringat berubah, misalnya menjadi kekuningan . Sementara itu, pseudochromhidrosis terjadi jika keringat yang sebenarnya tidak berwarna berubah warna karena reaksi kimia atau bakteri pada kulit. Fakta menarik lainnya, keringat berlebih bisa jadi indikator kondisi medis seperti hiperhidrosis atau masalah kesehatan tertentu. Penting untuk diingat bahwa keringat bertugas mendinginkan tubuh, jadi jaga kebersihan dan sering mandi untuk meminimalkan masalah bau badan. Menurut para ahli, mengenal karakteristik keringat kita bisa membantu mendeteksi jika ada yang tidak beres pada kesehatan tubuh. Sumber: Alodokter Dove Merdeka

Fakta Unik Keringat: Apa Warna dan Bau Tubuh Kita Sampaikan? Read More »

Rutin Memijat Daun Kaki: Manfaat Refleksi untuk Kesehatan Organ

Memijat telapak kaki secara rutin (terapi refleksi) diyakini berdampak positif pada organ tubuh. Menurut Alodokter, pijat refleksi kaki dapat melemaskan otot dan menghilangkan pegal. Selain itu, dipijatnya titik refleksi tertentu berpengaruh pada organ sesuai peta refleksi. Misalnya, ujung jempol kaki berhubungan dengan otak dan kelenjar hormon, sedangkan bagian tengah telapak kaki terhubung ke organ pencernaan seperti lambung, usus, dan hati. Manfaat pijat refleksi kaki meliputi meredakan gejala dari organ-organ tersebut. Penekanan lembut di telapak kaki bagian tengah dapat meningkatkan sirkulasi darah ke organ pencernaan, membantu meredakan gangguan pencernaan. Demikian pula, memijat ujung jempol kaki mampu menstimulasi fungsi otak yang terkait regulasi hormon dan stres. Terapi sederhana ini bahkan dilaporkan membantu mengatasi mual, sembelit, dan susah tidur (insomnia) dengan menyeimbangkan energi tubuh. Untuk praktiknya, gunakan ibu jari atau pemijat khusus: tekan lembut setiap titik di telapak kaki selama beberapa detik, lalu lepaskan, terutama di area peta organ yang bermasalah. Lakukan kedua kaki secara bergantian. Setelah selesai, peregangan ringan pada kaki pun baik dilakukan. Rutin melakukan pemijatan ini setiap hari (misalnya pagi atau malam hari) bisa memelihara kesehatan organ dalam tubuh. Menurut ahli refleksologi, refleksi kaki adalah terapi komplementer yang aman untuk memperbaiki fungsi tubuh secara keseluruhan jika dilakukan dengan benar. Sumber: Alodokter

Rutin Memijat Daun Kaki: Manfaat Refleksi untuk Kesehatan Organ Read More »

Suplemen vs Makanan Utuh: Mana yang Lebih Efektif untuk Vitamin C?

Vitamin C penting untuk imun dan kesehatan kulit. Anda dapat memperolehnya dari buah (jeruk, jambu air, kiwi) atau suplemen. Menurut KlikDokter, kebutuhan vitamin C tidak hanya dipenuhi lewat buah dan sayur, melainkan juga suplemen bila perlu. Namun, ahli nutrisi umumnya sepakat bahwa sumber alami (makanan utuh) lebih menguntungkan. Buah-buahan kaya vitamin C juga mengandung bioflavonoid yang meningkatkan penyerapan vitamin C dalam tubuh. Contohnya, konsumsi jeruk bersamaan dengan buah atau sayuran lain memaksimalkan manfaat vitamin C. Selain itu, serat dan nutrisi lain dalam buah ikut mendukung metabolisme dan antioksidan tubuh. Suplemen vitamin C (tablet atau serbuk) praktis untuk memastikan asupan harian saat pola makan kurang sayur-buahan. Namun perlu hati-hati: dosis berlebihan dapat menimbulkan efek samping lambung atau batu ginjal. Formulasi baru (misal vitamin C ester) dapat mengurangi iritasi lambung. Kesimpulannya, sebaiknya penuhi kebutuhan vitamin C melalui diet seimbang terlebih dahulu; suplemen digunakan sebagai pelengkap sesuai saran dokter. Memilih antara suplemen atau buah, fokuslah pada konsistensi konsumsi, jangan hanya bergantung pada satu sumber saja. Sumber: Natural Farm (bioflavonoid bantu penyerapan Vit C) KlikDokter (buah vs suplemen dan risiko dosis)

Suplemen vs Makanan Utuh: Mana yang Lebih Efektif untuk Vitamin C? Read More »

© Copyright 2023. PT. Populer Sarana Medika

Scroll to Top