Gelombang panas dapat memicu heatstroke dan gangguan kesehatan serius. WHO memberi beberapa saran kunci: cukupi asupan cairan minimal 2–3 liter per hari untuk mencegah dehidrasi. Gunakan pakaian berwarna terang dan longgar serta topi atau payung untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Hindari beraktivitas di luar ruangan saat matahari terik—lebih baik berlindung di tempat sejuk atau ber-AC saat puncak panas.
Jangan lupa gunakan tabir surya SPF 30+ untuk melindungi kulit dari sengatan UV. Jika berada di luar rumah, beristirahatlah di tempat bernaungan secara berkala. Pantau juga tanda-tanda kecemasan seperti pusing, mual, atau kebingungan—segera cari pertolongan jika muncul gejala heatstroke. Dengan langkah sederhana ini, tubuh dapat tetap aman di tengah cuaca ekstrem.
Sumber: WHO “Tips for keeping cool”