Berita Terkini

Komitmen Mutu, Klinik Utama Populer Manukan Surabaya, Jalani Akreditasi

Surabaya, 22 Agustus 2026, Klinik Utama Populer Manukan Surabaya melaksanakan kegiatan Survey Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Lanjutan (LAFKESLAN) sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari survey sebelumnya yang telah dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, dan pada kali ini dilanjutkan dengan survey luring (tatap muka) di Klinik Utama Populer Manukan, Surabaya. Rangkaian Survei Akreditasi Proses akreditasi Klinik Utama Populer dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu survei daring dan survei luring. Survey akreditasi ini dipimpin oleh dua surveyor dari LAFKESLAN, yaitu Bapak Budiono, S.KM., M.Kes. dan dr. May Fanny Tanzilia, Sp.PK., Subsp.P.I(K), FISQua. Keduanya melakukan penilaian mendalam terhadap penerapan standar pelayanan, tata kelola administrasi, manajemen mutu, dan implementasi keselamatan pasien di seluruh unit pelayanan klinik. Kegiatan survey—baik daring maupun luring—juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan penting, antara lain: Fardanto Setyatama, S.T., M.MT. – Direktur Klinik Utama Populer (saat survey daring) dr. Niko Noor Indra – Dokter Penanggung Jawab Klinik Erick Dwi Ananta, S.Tr.T. – Dinas Kesehatan Kota Surabaya (saat survey luring) Widiarti, SKM. – Dinas Kesehatan Kota Surabaya (saat survey daring) Selain itu, seluruh karyawan Klinik Utama Populer turut hadir dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Akreditasi sebagai Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Akreditasi tidak hanya menilai kelengkapan dokumen atau administrasi. Proses ini juga mencakup evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan secara menyeluruh. Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari alur pelayanan pasien, penerapan prosedur operasional, pengelolaan rekam medis, keselamatan pasien, pengendalian risiko, hingga pelaksanaan program peningkatan mutu. Setiap tahapan pelayanan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Mulai dari pasien memperoleh informasi, melakukan pendaftaran, menjalani pemeriksaan atau tindakan medis, hingga menerima hasil pemeriksaan dan informasi kesehatan yang diperlukan. Meninjau Penerapan Standar Pelayanan Pelaksanaan akreditasi memberikan kesempatan bagi Klinik Utama Populer untuk meninjau kembali penerapan standar yang telah ditetapkan. Evaluasi dilakukan untuk melihat kesesuaian antara prosedur yang berlaku dengan pelaksanaan di lapangan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mempertahankan praktik yang sudah berjalan baik serta memperbaiki aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, akreditasi menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan organisasi secara berkelanjutan. Memperkuat Keselamatan dan Kenyamanan Pasien Keselamatan pasien merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Setiap proses pelayanan perlu dilakukan dengan memperhatikan ketepatan identifikasi pasien, komunikasi, keamanan tindakan, pencegahan risiko, serta pengelolaan informasi medis. Klinik Utama Populer terus berupaya memperkuat penerapan prinsip keselamatan pasien dalam setiap tahapan pelayanan. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan prosedur, peningkatan kompetensi petugas, pemantauan proses kerja, serta evaluasi secara berkala. Pelayanan yang aman diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan kepercayaan bagi pasien selama memperoleh layanan kesehatan. Membangun Budaya Mutu di Lingkungan Klinik Mutu pelayanan merupakan tanggung jawab seluruh unsur dalam organisasi. Penerapannya tidak hanya bergantung pada satu bagian, tetapi membutuhkan keterlibatan setiap petugas sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Budaya mutu dibangun melalui kebiasaan bekerja sesuai prosedur, melakukan pencatatan secara tepat, menjaga komunikasi antarbagian, serta terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan. Setiap proses memiliki kontribusi terhadap kualitas pelayanan, termasuk penerimaan pasien, pendaftaran, pemeriksaan, tindakan medis, pengelolaan rekam medis, pengelolaan hasil pemeriksaan, kebersihan lingkungan, hingga penyampaian informasi kepada pasien. Komitmen terhadap Peningkatan Berkelanjutan Akreditasi menjadi salah satu bentuk komitmen Klinik Utama Populer dalam menjalankan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peningkatan mutu tidak berhenti setelah proses survei selesai. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun perbaikan, memperkuat sistem kerja, meningkatkan koordinasi, serta memastikan standar pelayanan diterapkan secara konsisten. Dengan adanya evaluasi yang dilakukan secara berkala, klinik dapat lebih siap dalam menghadapi perubahan kebutuhan pelayanan dan harapan masyarakat. Akreditasi dan Kepercayaan Masyarakat Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Masyarakat membutuhkan fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan secara aman, profesional, transparan, dan konsisten. Pelaksanaan akreditasi menunjukkan keseriusan Klinik Utama Populer dalam menjaga kualitas pelayanan serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang berjalan. Komitmen tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien dan memberikan pengalaman pelayanan yang baik bagi masyarakat. Penutup Pelaksanaan akreditasi Klinik Utama Populer merupakan bagian dari upaya untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Akreditasi bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi penerapan standar, memperkuat keselamatan pasien, meningkatkan konsistensi pelayanan, serta membangun budaya mutu di lingkungan klinik. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, Klinik Utama Populer terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen Mutu, Klinik Utama Populer Manukan Surabaya, Jalani Akreditasi Read More »

Maulid Nabi Muhammad SAW: Teladani Akhlak Mulia Sehari-hari

Pendahuluan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempelajari kembali keteladanan beliau. Dalam kalender nasional Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diperingati pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peringatan Maulid bukan hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memahami nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan. Keteladanan Rasulullah SAW Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia. Keteladanan beliau tercermin dalam sikap jujur, amanah, sabar, penyayang, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang luas dalam kehidupan manusia. Akhlak bukan hanya berkaitan dengan hubungan seseorang kepada Allah SWT, tetapi juga dengan bagaimana seseorang memperlakukan orang lain. Kejujuran dalam Kehidupan Kejujuran merupakan salah satu nilai yang sangat penting dalam kehidupan. Rasulullah SAW memberikan teladan mengenai pentingnya berkata dan bertindak dengan benar. Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran dapat membangun kepercayaan. Dalam lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat, kepercayaan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik. Kepedulian kepada Sesama Rasulullah SAW juga memberikan teladan mengenai kepedulian terhadap orang lain. Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana, seperti membantu orang yang membutuhkan, menghormati orang lain, dan tidak mengabaikan kesulitan sesama. Nilai kepedulian tersebut tetap relevan di tengah kehidupan modern yang semakin dinamis. Akhlak dalam Dunia Profesional Keteladanan Rasulullah SAW juga dapat diterapkan dalam kehidupan profesional. Kejujuran, amanah, tanggung jawab, disiplin, dan menghargai orang lain merupakan nilai yang penting dalam lingkungan kerja. Profesionalisme bukan hanya tentang kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana pekerjaan dilakukan dengan tanggung jawab dan integritas. Penutup Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memperingati Maulid pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang berusaha menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan.

Maulid Nabi Muhammad SAW: Teladani Akhlak Mulia Sehari-hari Read More »

Peran Tenaga Kesehatan dalam Perjalanan Kemerdekaan Indonesia

Pendahuluan Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan berbagai elemen bangsa. Dalam perjalanan tersebut, tenaga kesehatan juga memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan dan pelayanan kepada masyarakat maupun para pejuang. Dalam situasi perjuangan, kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan kehidupan. Perawatan terhadap mereka yang terluka, penanganan penyakit, serta pemeliharaan kesehatan masyarakat merupakan pekerjaan yang membutuhkan keberanian dan pengabdian. Kesehatan di Tengah Masa Perjuangan Kondisi kesehatan pada masa perjuangan menghadapi berbagai keterbatasan. Fasilitas medis, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta sarana transportasi tidak selalu tersedia dengan mudah. Dalam keadaan tersebut, tenaga kesehatan harus bekerja dengan sumber daya yang terbatas. Pengetahuan dan keterampilan medis digunakan untuk memberikan pertolongan sesuai dengan kondisi yang tersedia. Peran tersebut menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui medan pertempuran, tetapi juga melalui berbagai bentuk pengabdian kepada manusia. Pengabdian Tenaga Kesehatan Tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Dalam situasi sulit, nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dari pelayanan. Dokter, perawat, tenaga medis, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan menjalankan perannya dengan menghadapi berbagai tantangan. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari sejarah perjalanan kesehatan Indonesia. Dari Perjuangan Menuju Pembangunan Setelah Indonesia merdeka, perjuangan di bidang kesehatan terus berlanjut dalam bentuk yang berbeda. Tantangannya bukan lagi hanya menghadapi kondisi darurat, tetapi membangun sistem kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih luas. Pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan tenaga kesehatan, pengembangan ilmu kedokteran, dan peningkatan pelayanan menjadi bagian dari proses panjang tersebut. Semangat Pengabdian di Masa Kini Semangat pengabdian yang terlihat dalam perjalanan sejarah dapat terus diterapkan dalam kehidupan saat ini. Tenaga kesehatan memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan kompetensi, profesionalisme, etika, dan kemanusiaan. Kemajuan teknologi tidak menghilangkan pentingnya nilai-nilai tersebut. Justru, perkembangan ilmu kesehatan perlu diiringi dengan tanggung jawab untuk menggunakan pengetahuan dan teknologi secara tepat. Penutup Memperingati kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menghargai berbagai bentuk pengabdian yang telah dilakukan untuk bangsa. Dalam bidang kesehatan, pengabdian tenaga kesehatan menjadi bagian dari perjalanan Indonesia. Semangat tersebut dapat terus dilanjutkan melalui pelayanan yang profesional, peningkatan mutu, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Peran Tenaga Kesehatan dalam Perjalanan Kemerdekaan Indonesia Read More »

Sejarah dan Peran Laboratorium Medis dalam Dunia Kesehatan di Masyarakat

Pendahuluan Laboratorium medis merupakan salah satu bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Melalui pemeriksaan terhadap berbagai spesimen biologis, laboratorium dapat menghasilkan informasi yang membantu tenaga medis memahami kondisi kesehatan seseorang. Keberadaan laboratorium medis saat ini tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perjalanan panjang dunia laboratorium di Indonesia menunjukkan bagaimana pemeriksaan medis berkembang dari metode sederhana menjadi pemeriksaan yang semakin beragam dan didukung teknologi modern. Awal Perkembangan Pemeriksaan Laboratorium Pada masa awal perkembangan ilmu kedokteran, pemeriksaan terhadap kondisi pasien sangat bergantung pada pengamatan klinis dan kemampuan tenaga medis dalam mengenali tanda serta gejala penyakit. Perkembangan ilmu biologi, kimia, mikrobiologi, dan patologi kemudian membuka peluang untuk melakukan pemeriksaan terhadap bahan biologis dari tubuh manusia. Darah, urine, dan berbagai spesimen lainnya dapat dianalisis untuk memperoleh informasi yang tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan fisik. Perkembangan Laboratorium di Indonesia Seiring berkembangnya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, kebutuhan terhadap fasilitas pemeriksaan laboratorium juga meningkat. Laboratorium menjadi bagian dari rumah sakit, klinik, institusi pendidikan, lembaga penelitian, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Perkembangan tersebut kemudian diikuti oleh peningkatan standar pemeriksaan. Penggunaan instrumen laboratorium yang semakin modern memungkinkan berbagai jenis pemeriksaan dilakukan dengan metode yang lebih terstruktur dan terukur. Laboratorium dalam Diagnosis Medis Dalam praktik medis, pemeriksaan laboratorium dapat memberikan informasi yang mendukung proses diagnosis. Hasil pemeriksaan dapat membantu tenaga medis mengevaluasi kondisi tertentu, memantau perjalanan penyakit, maupun menilai respons terhadap suatu penanganan. Namun, hasil laboratorium perlu dipahami dalam konteks klinis. Interpretasi hasil pemeriksaan tidak hanya melihat angka yang tercantum dalam laporan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan informasi medis pasien. Pentingnya Mutu Pemeriksaan Laboratorium Seiring meningkatnya peran laboratorium, mutu pemeriksaan menjadi aspek yang sangat penting. Pemeriksaan laboratorium melibatkan berbagai tahapan, mulai dari persiapan pasien, pengambilan dan penanganan spesimen, proses analisis, hingga pelaporan hasil. Kesalahan pada salah satu tahapan dapat memengaruhi kualitas hasil pemeriksaan. Karena itu, laboratorium membutuhkan sistem manajemen mutu, prosedur kerja yang terstandar, kompetensi tenaga laboratorium, serta pemeliharaan dan pengendalian peralatan. Laboratorium di Era Teknologi Modern Perkembangan teknologi membawa laboratorium medis memasuki era baru. Berbagai instrumen otomatis, teknologi molekuler, sistem informasi laboratorium, serta metode pemeriksaan yang semakin spesifik terus berkembang. Transformasi ini membuat laboratorium tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat melakukan pemeriksaan, tetapi sebagai bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang membutuhkan ketepatan, konsistensi, dan pengendalian mutu. Penutup Sejarah laboratorium medis merupakan bagian dari perkembangan ilmu kesehatan secara keseluruhan. Dari pemeriksaan dengan metode sederhana hingga penggunaan teknologi diagnostik modern, laboratorium terus mengalami perubahan untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kualitas pemeriksaan. Di tengah kemajuan teknologi, ketelitian, kompetensi sumber daya manusia, dan penerapan standar mutu tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan laboratorium medis.

Sejarah dan Peran Laboratorium Medis dalam Dunia Kesehatan di Masyarakat Read More »

Dari Masa Perjuangan ke Era Modern: Transformasi Pelayanan Kesehatan Indonesia

Pendahuluan Kemerdekaan Indonesia tidak hanya menjadi tonggak berdirinya sebuah negara, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan panjang dalam membangun berbagai bidang kehidupan, termasuk kesehatan. Setelah Indonesia merdeka, pembangunan kesehatan terus mengalami perkembangan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, kemajuan ilmu pengetahuan, serta perkembangan teknologi kedokteran. Pelayanan kesehatan yang dahulu menghadapi berbagai keterbatasan kini telah berkembang menjadi sistem yang semakin kompleks. Rumah sakit, klinik, laboratorium medis, pusat kesehatan masyarakat, serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Perjalanan Pelayanan Kesehatan di Indonesia Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas, obat-obatan, serta sarana pemeriksaan menjadi persoalan yang harus dihadapi secara bertahap. Seiring berjalannya waktu, pemerintah dan berbagai pihak terus membangun infrastruktur kesehatan. Pendidikan tenaga kesehatan berkembang, fasilitas pelayanan kesehatan bertambah, dan ilmu kedokteran semakin maju. Perkembangan tersebut turut mengubah cara penyakit dikenali dan ditangani. Pemeriksaan yang sebelumnya mengandalkan pengamatan klinis secara terbatas kini dapat didukung oleh berbagai pemeriksaan laboratorium dan teknologi diagnostik. Perkembangan Laboratorium dalam Pelayanan Kesehatan Laboratorium medis memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Pemeriksaan laboratorium dapat memberikan informasi mengenai berbagai kondisi tubuh melalui analisis spesimen seperti darah, urine, dan bahan biologis lainnya. Kemajuan teknologi membuat pemeriksaan laboratorium semakin berkembang. Peralatan otomatis, metode analisis yang lebih terstandar, serta sistem pengendalian mutu membantu mendukung proses pemeriksaan yang lebih konsisten. Laboratorium tidak berdiri sendiri dalam pelayanan kesehatan. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan tenaga medis bersama dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan informasi klinis lainnya. Teknologi dan Masa Depan Pelayanan Kesehatan Perkembangan teknologi digital turut membawa perubahan dalam dunia kesehatan. Sistem informasi, digitalisasi data, otomatisasi alat laboratorium, hingga perkembangan pemeriksaan molekuler menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan juga memiliki makna dalam konteks pembangunan kesehatan. Masyarakat membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, sementara tenaga kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan terus dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Kemerdekaan dan Pembangunan Kesehatan Memperingati kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan kesehatan Indonesia. Dari keterbatasan pada masa awal kemerdekaan hingga kemajuan teknologi medis saat ini, perjalanan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Kemajuan kesehatan pada akhirnya bukan hanya mengenai teknologi dan fasilitas. Di dalamnya terdapat peran tenaga kesehatan, peneliti, institusi pendidikan, pemerintah, serta masyarakat yang bersama-sama membangun sistem kesehatan Indonesia. Kemerdekaan memberikan ruang bagi bangsa Indonesia untuk terus berkembang dan menentukan arah pembangunan. Dalam bidang kesehatan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan mutu pelayanan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Penutup Perjalanan pelayanan kesehatan Indonesia merupakan bagian dari perjalanan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Perubahan dari sistem pelayanan dengan berbagai keterbatasan menuju pelayanan kesehatan yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan terus bergerak maju. Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan. Dalam bidang kesehatan, semangat tersebut dapat diteruskan melalui komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang bermutu, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dari Masa Perjuangan ke Era Modern: Transformasi Pelayanan Kesehatan Indonesia Read More »

PT. Populer Sarana Medika Gelar Rapat Tahunan 2026 di Surabaya

Pada Selasa, 20 Januari 2026, PT. Populer Sarana Medika menyelenggarakan rapat tahunan perusahaan sebagai bagian dari agenda strategis untuk mengevaluasi kinerja serta merumuskan arah kebijakan dan pengembangan perusahaan di tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Jos Gandos Resto, Surabaya, dan dihadiri oleh jajaran direksi, seluruh kepala cabang, seluruh manajer, serta jajaran marketing. Rapat tahunan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antar unit kerja di lingkungan PT. Populer Sarana Medika. Agenda rapat meliputi evaluasi kinerja perusahaan, pembahasan target bisnis, pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan mutu layanan, serta pembahasan berbagai kendala operasional di lapangan. Setiap agenda dibahas secara menyeluruh sebagai upaya meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan kesehatan. Dalam rapat tersebut, manajemen juga menetapkan sejumlah keputusan strategis, termasuk rencana pembaruan dan peningkatan peralatan untuk menunjang mutu layanan yang lebih optimal. Selain itu, terdapat beberapa keputusan lain yang bersifat internal sebagai bagian dari strategi penguatan dan keberlanjutan perusahaan. Melalui rapat tahunan ini, PT. Populer Sarana Medika menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, kinerja, dan kualitas layanan kesehatan, sejalan dengan visi perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan masyarakat.

PT. Populer Sarana Medika Gelar Rapat Tahunan 2026 di Surabaya Read More »

Survey Akreditasi LAFKESPRI Di Klinik Populer Surabaya

Surabaya, 10 & 14 Oktober 2025 — Klinik Utama Populer Surabaya melaksanakan kegiatan Survey Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (LAFKESPRI) sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari survey sebelumnya yang telah dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, dan pada kali ini dilanjutkan dengan survey luring (tatap muka) di Klinik Utama Populer Bendul Merisi, Surabaya. Survey akreditasi ini dipimpin oleh dua surveyor dari LAFKESPRI, yaitu Bapak Budiono, S.KM., M.Kes. dan dr. May Fanny Tanzilia, Sp.PK., Subsp.P.I(K), FISQua. Keduanya melakukan penilaian mendalam terhadap penerapan standar pelayanan, tata kelola administrasi, manajemen mutu, dan implementasi keselamatan pasien di seluruh unit pelayanan klinik. Kegiatan survey—baik daring maupun luring—juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan penting, antara lain: Fardanto Setyatama, S.T., M.MT. – Direktur Klinik Utama Populer dr. Retno Setyowati – Dokter Penanggung Jawab Klinik dr. Devi Triadi, M.Kes– Dokter Umum Klinik dr. Rima Hayyu Krisnanda, Sp.PK. – Dokter Penanggung Jawab Laboratorium Erick Dwi Ananta, S.Tr.T. – Dinas Kesehatan Kota Surabaya (saat survey luring) Widiarti, SKM. – Dinas Kesehatan Kota Surabaya (saat survey daring) Selain itu, seluruh karyawan Klinik Utama Populer turut hadir dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tercermin dalam setiap sesi, baik dalam diskusi maupun saat peninjauan lapangan. Dalam sambutannya, Direktur Klinik Utama Populer, Bapak Fardanto Setyatama, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh tim yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Melalui kegiatan akreditasi ini, Klinik Utama Populer berharap dapat memperoleh hasil terbaik serta terus memperkuat posisinya sebagai salah satu klinik yang berkomitmen terhadap mutu layanan dan keselamatan pasien di Surabaya.   “Survey akreditasi bukan hanya sekadar proses penilaian, tetapi momentum untuk terus memperbaiki diri dan memastikan setiap layanan yang kami berikan benar-benar bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien,” ujarnya. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, PT. Populer Sarana Medika optimis menghadapi tantangan di tahun 2025 dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Survey Akreditasi LAFKESPRI Di Klinik Populer Surabaya Read More »

Setelah Perjanjian Pandemi WHO, Implikasi untuk Sistem Kesehatan Indonesia

Pada Mei 2025, WHO berhasil mengesahkan Perjanjian Pandemi di Sidang WHA ke-78. Instrumen global ini dibuat untuk memperkuat kerjasama internasional pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Inti kesepakatannya mencakup akses vaksin, obat, dan diagnostik yang adil serta penguatan kapasitas penelitian, produksi, dan tenaga kesehatan. Indonesia menyambut baik hasil ini sebagai warisan presidensi G20 2022, di mana Indonesia ikut menginisiasi Dana Pandemi dan mendorong kesetaraan akses obat/vaksin. Kemenkes RI menyatakan Perjanjian Pandemi akan melengkapi Amandemen IHR 2024 untuk memperkuat arsitektur global kesehatan. Dokumen 35 pasal itu memasukkan komitmen nasional seperti kedaulatan, pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi, peningkatan SDM kesehatan, R&D, transfer teknologi, dan diversifikasi produksi alat kesehatan. Khususnya, sistem “Pathogen Access and Benefit Sharing” (PABS) yang digaungkan Indonesia akan memastikan keadilan dan transparansi akses sampel virus dan teknologi terkait. Di tataran nasional, perjanjian ini mendorong Indonesia memperkuat sistem kesehatan kita. Delegasi RI menegaskan pentingnya equity dan akses setara, serta menyatakan perjanjian ini bisa memperkuat sistem kesehatan di tingkat nasional melalui peningkatan kapasitas mitigasi dan respons pandemi. Perlu diingat, perjanjian tidak mengurangi kedaulatan negara: WHO tak diberi wewenang memaksa kebijakan domestik apapun. Artinya, Indonesia bebas menetapkan kebijakan dalam negeri, tapi diimbangi kewajiban kolaborasi global. Implikasinya, pemerintah dan Kemenkes mungkin akan memperbarui regulasi kesehatan darurat, memperkuat jaringan laboratorium, surveilans, serta pelatihan tenaga medis sesuai standar baru. Selain itu, peluang pendanaan (misal Dana Pandemi) dan transfer teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat riset vaksin atau obat di dalam negeri. Singkatnya, semangat perjanjian global ini adalah agar Indonesia lebih siap dan adil dalam menghadapi pandemi mendatang – dari hulu hingga hilir – tanpa melupakan kepentingan nasional. Sumber: Kemenkes “Pandemic Agreement Disahkan di WHA 78: Indonesia Tegaskan Komitmen Global untuk Ketahanan Kesehatan” Antara News “Kemenlu gaungkan inklusivitas dalam negosiasi perjanjian pandemi”

Setelah Perjanjian Pandemi WHO, Implikasi untuk Sistem Kesehatan Indonesia Read More »

Covid-19 Endemi, Bukan Darurat: Menelaah Peralihan Status Global

Sejak awal pandemi berakhirnya status darurat global Covid-19 menjadi sorotan. Pada 5 Mei 2023, WHO resmi mengakhiri fase Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC) untuk Covid-19. Artinya, tren penularan dan kematian menurun, tekanan pada fasilitas kesehatan mereda, serta kekebalan komunitas meningkat. Tedros Adhanom menyatakan, “dengan harapan besar, saya mengumumkan Covid-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global. Namun itu tidak berarti Covid-19 berakhir sebagai ancaman kesehatan global”. WHO menekankan kewaspadaan tetap perlu: virus masih beredar, varian baru bisa muncul, dan dampak pasca-Covid bisa berkepanjangan. Indonesia mengikuti langkah ini. Presiden Joko Widodo resmi mencabut status pandemi dan menyatakan Covid-19 sebagai endemi per 21 Juni 2023. KPCPEN dibubarkan dan tugas penanggulangan Covid dialihkan ke Kemenkes sesuai ketentuan hukum. Pemerintah menerbitkan Perpres 48/2023, yang mengatur kelanjutan vaksinasi hingga akhir 2023 dan mengalihkan klaim perawatan Covid ke BPJS setelah Agustus 2023. Panduan Kemenkes (Permenkes 23/2023) kini memposisikan penanganan Covid seperti penyakit infeksi lain: fokus pada surveilans rutin, perawatan medis, dan vaksinasi terarah, terutama untuk kelompok rentan. Secara kasat mata, kehidupan kini hampir kembali normal. Protokol ketat dicabut, perjalanan bebas tanpa PCR, bahkan vaksinasi Covid kini masuk program imunisasi rutin untuk lansia dan kelompok risiko tinggi. Meski begitu, transisi ini bukan berarti kita boleh abai. Laporan WHO dan ahli kesehatan menegaskan pentingnya mempertahankan kewaspadaan: testing dan vaksinasi harus terus didorong, karena virus masih ada di masyarakat. Kesimpulannya, status endemi menandakan kita telah beradaptasi dan hidup berdampingan dengan Covid-19, namun bukan berarti ancaman lenyap begitu saja. Sumber: Sehat negeriku “Inilah Aturan Penanggulangan Covid 19 di Masa Endemi” Kompas “WHO Putuskan Fase Darurat Penanganan Covid-19 Berakhir”

Covid-19 Endemi, Bukan Darurat: Menelaah Peralihan Status Global Read More »

Kelembapan, Suhu, dan Kesehatan Mental: Pelajaran dari Studi Terbaru India

Ternyata cuaca panas tak cuma memukul fisik, tapi juga jiwa. Sebuah penelitian terbaru dari India menyoroti efek suhu ekstrem dan kelembapan terhadap kesehatan mental. Peneliti menggabungkan data survei WHO-SAGE dengan pengukuran wet-bulb temperature (kombinasi suhu dan kelembapan) di berbagai daerah. Hasilnya mengejutkan: gelombang panas parah terbukti meningkatkan risiko depresi, meski pengaruhnya pada kecemasan tidak signifikan. Dengan kata lain, semakin tinggi suhu lembap saat gelombang panas, semakin besar kemungkinan orang mengalami gejala depresi. Hal ini bermakna. Indonesia dan Asia Tengah (mirip iklim India) menghadapi kelembapan tinggi selama panas terik. Sebagaimana diungkap Kompas, kelembapan tinggi membuat keringat sulit menguap, sehingga tubuh kesulitan mendingin. Kondisi ini tidak hanya melelahkan secara fisik, tetapi juga bisa membebani emosi. Studi India tersebut menunjukkan program kesehatan jiwa komunitas (District Mental Health Program) bisa melindungi orang dari dampak stres panas. WHO juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi beban mental akibat krisis iklim. Perubahan iklim memperburuk banyak faktor risiko sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan jiwa di Asia Tenggara. Pelajaran dari penelitian India dan arahan WHO: saat menghadapi musim panas ekstrem, kita harus peduli tidak hanya dengan pencegahan heatstroke, tapi juga dukungan psikososial. Misalnya, daerah rawan panas bisa meningkatkan layanan konseling, menerapkan jam istirahat siang, serta mengajak masyarakat sadar menjaga kesehatan jiwa (cukup tidur, beraktivitas di tempat sejuk, tetap terhubung sosial). Dengan memerhatikan suhu dan kelembapan, kita bisa lebih baik memproteksi bukan hanya tubuh, tetapi juga kesehatan mental dalam menghadapi iklim yang makin panas. Sumber: arXiv “Beyond the heat: The mental health toll of temperature and humidity in India” Kompas “Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan dan Keselamatan, Bagaimana Tubuh Beradaptasi?”

Kelembapan, Suhu, dan Kesehatan Mental: Pelajaran dari Studi Terbaru India Read More »

Scroll to Top