Hati merupakan organ penting yang membantu tubuh mengolah zat gizi, memproses obat, menghasilkan empedu, serta membersihkan berbagai zat dari dalam darah. Ketika sel-sel hati mengalami kerusakan, enzim tertentu dapat dilepaskan ke aliran darah dan terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Dua enzim yang sering diperiksa adalah SGOT dan SGPT. Keduanya kerap muncul dalam hasil tes darah, tetapi tidak semua orang memahami apa arti angka tersebut atau apa yang perlu dilakukan ketika hasilnya berada di atas nilai rujukan.
Tes SGOT dan SGPT membantu mendeteksi kemungkinan kerusakan sel hati, tetapi hasilnya tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis penyakit. Pemeriksaan ini perlu diinterpretasikan bersama kondisi pasien dan hasil pemeriksaan lain. Berikut penjelasan mengenai fungsi, indikasi, prosedur, dan cara membaca hasilnya.
Apa Itu SGOT dan SGPT?
SGOT dan SGPT merupakan istilah yang masih umum digunakan dalam pemeriksaan laboratorium di Indonesia. Dalam istilah medis modern, keduanya dikenal sebagai AST dan ALT.
- SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transaminase) atau AST (aspartate aminotransferase) merupakan enzim yang terdapat di hati, otot, jantung, dan beberapa jaringan lainnya.
- SGPT (serum glutamic-pyruvic transaminase) atau ALT (alanine aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukan di hati sehingga relatif lebih spesifik untuk membantu mendeteksi kerusakan sel hati.
Ketika sel yang mengandung enzim tersebut mengalami kerusakan, AST atau ALT dapat dilepaskan ke aliran darah dan kadarnya meningkat. Karena AST juga terdapat di otot dan jaringan lain, peningkatannya tidak selalu menunjukkan adanya gangguan hati. ALT lebih erat berkaitan dengan hati, meskipun hasilnya tetap perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Menurut MedlinePlus dan Mayo Clinic, pemeriksaan AST dan ALT umumnya dilakukan bersama pemeriksaan darah lain untuk mengevaluasi kemungkinan penyakit atau kerusakan hati. (MedlinePlus, Mayo Clinic)
Kapan Pemeriksaan SGOT dan SGPT Diperlukan?
Dokter dapat menyarankan pemeriksaan SGOT dan SGPT untuk berbagai keperluan, baik ketika seseorang mengalami keluhan maupun saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
Beberapa indikasi pemeriksaannya meliputi:
1. Muncul gejala yang mengarah pada gangguan hati
Keluhan seperti kulit atau bagian putih mata menguning, urine berwarna gelap, mual berkepanjangan, nyeri di perut kanan atas, dan kelelahan yang tidak biasa dapat menjadi alasan dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Memiliki faktor risiko penyakit hati
Orang dengan obesitas, diabetes, riwayat hepatitis, atau faktor risiko penyakit hati lainnya mungkin memerlukan evaluasi berdasarkan penilaian dokter. Konsumsi alkohol dan penggunaan obat tertentu juga dapat menjadi pertimbangan.
3. Memantau penggunaan obat
Beberapa obat dan suplemen berpotensi memengaruhi hati. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan SGOT dan SGPT sebelum atau selama penggunaan obat untuk memantau kemungkinan efek sampingnya.
4. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan sebelumnya
Jika hasil pemeriksaan terdahulu menunjukkan peningkatan enzim hati, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ulang untuk memantau perubahannya dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan.
Pemeriksaan ini juga dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan rutin, tergantung kondisi pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan. (Mayo Clinic)
Bagaimana Prosedur Pemeriksaan SGOT dan SGPT?
Pemeriksaan SGOT dan SGPT dilakukan melalui pengambilan sampel darah, biasanya dari pembuluh darah di lengan. Sampel kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengukur kadar enzim tersebut.
Prosedurnya relatif sederhana dan umumnya hanya membutuhkan waktu singkat. Pasien mungkin merasakan sedikit nyeri ketika jarum dimasukkan atau mengalami memar ringan di lokasi pengambilan darah.
Sebelum pemeriksaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Tanyakan apakah perlu puasa. Tes SGOT dan SGPT saja umumnya tidak selalu memerlukan puasa. Namun, jika dilakukan bersama pemeriksaan lain, laboratorium mungkin memberikan instruksi khusus.
- Informasikan obat dan suplemen yang dikonsumsi. Beberapa zat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
- Sampaikan jika baru melakukan olahraga berat. Aktivitas fisik intens dapat meningkatkan AST, terutama ketika terjadi cedera otot.
- Jangan menghentikan obat sendiri. Ikuti arahan dokter mengenai obat yang perlu dilanjutkan atau disesuaikan sebelum pemeriksaan.
Persiapan yang benar membantu dokter menginterpretasikan hasil dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat memengaruhinya. (MedlinePlus, Cleveland Clinic)
Cara Membaca Hasil Pemeriksaan SGOT dan SGPT
Hasil pemeriksaan biasanya ditampilkan dalam satuan U/L (unit per liter), disertai nilai rujukan laboratorium. Angka tersebut perlu dibandingkan dengan rentang rujukan yang tercantum pada laporan pemeriksaan.
Sebagai gambaran, Cleveland Clinic mencantumkan rentang umum AST sekitar 0–35 IU/L dan ALT sekitar 0–45 IU/L. Namun, angka ini bukan batas universal karena nilai rujukan dapat berbeda menurut laboratorium, metode pemeriksaan, usia, dan jenis kelamin.
| Hasil pemeriksaan | Kemungkinan makna |
|---|---|
| SGOT dan SGPT dalam rentang rujukan | Tidak ditemukan peningkatan enzim berdasarkan hasil tersebut, tetapi tidak menyingkirkan semua penyakit hati. |
| SGOT meningkat | Dapat berkaitan dengan kerusakan sel hati, cedera otot, atau kondisi lain yang memengaruhi jaringan penghasil AST. |
| SGPT meningkat | Dapat mengindikasikan kerusakan atau peradangan sel hati, tetapi penyebabnya perlu dievaluasi. |
| SGOT dan SGPT sama-sama meningkat | Dapat ditemukan pada berbagai gangguan hati, termasuk hepatitis, penyakit hati berlemak, atau efek obat. |
Nilai yang meningkat tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit hati berat. Besarnya peningkatan, pola perubahan kedua enzim, gejala, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan lainnya perlu dinilai bersama. Sebaliknya, hasil dalam rentang rujukan tidak selalu menyingkirkan penyakit hati, terutama pada kondisi tertentu.
Apa Penyebab SGOT atau SGPT Tinggi?
Peningkatan enzim hati dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa penyebab yang umum dievaluasi dokter meliputi:
Penyakit hati berlemak. Penumpukan lemak di hati, terutama yang berkaitan dengan gangguan metabolisme, dapat disertai peningkatan enzim hati.
Hepatitis. Peradangan hati akibat infeksi virus atau penyebab lainnya dapat meningkatkan SGOT dan SGPT.
Penggunaan obat atau suplemen tertentu. Beberapa obat, termasuk obat pereda nyeri tertentu, serta suplemen tertentu dapat memengaruhi hati. Risiko bergantung pada jenis zat, dosis, dan kondisi orang yang mengonsumsinya.
Konsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati dan perubahan kadar enzim, terutama jika konsumsinya berlebihan atau berlangsung lama.
Aktivitas fisik berat atau cedera otot. Kondisi ini perlu dipertimbangkan terutama ketika AST meningkat, sebab AST juga terdapat pada jaringan otot.
Faktor lain, seperti gangguan aliran darah ke hati atau penyakit tertentu pada organ lain, juga dapat memengaruhi hasil. Karena penyebabnya beragam, peningkatan SGOT atau SGPT biasanya memerlukan evaluasi lanjutan sesuai kondisi pasien. (MedlinePlus, NHS Specialist Pharmacy Service)
Apakah SGOT dan SGPT Sama dengan Tes Fungsi Hati?
Meskipun sering disebut tes fungsi hati, SGOT dan SGPT sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai penanda kemungkinan kerusakan sel, bukan pengukuran langsung kemampuan hati menjalankan seluruh fungsinya.
Untuk menilai kondisi hati secara lebih menyeluruh, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lain seperti bilirubin, albumin, ALP, GGT, dan waktu protrombin atau INR. Jenis pemeriksaan tambahan ditentukan berdasarkan dugaan penyebab dan kondisi pasien.
Sebagai contoh, bilirubin membantu menilai pengolahan dan pengeluaran zat sisa dari pemecahan sel darah merah. Albumin dan pemeriksaan pembekuan darah dapat memberikan informasi tambahan mengenai kemampuan sintesis hati, meskipun keduanya juga dipengaruhi kondisi lain.
Apabila enzim hati meningkat, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan hepatitis, USG hati, atau tes tambahan lainnya. Tidak semua pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Konsultasikan hasil SGOT dan SGPT yang berada di luar nilai rujukan, terutama jika peningkatannya menetap, cukup besar, atau disertai keluhan. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan ulang, evaluasi obat, atau pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebabnya.
Segera cari pertolongan medis apabila muncul mata atau kulit menguning disertai kebingungan, muntah darah, atau kondisi yang memburuk dengan cepat. Gejala tersebut dapat menunjukkan masalah serius yang membutuhkan penanganan segera.
Jangan mencoba menurunkan angka SGOT atau SGPT dengan mengonsumsi suplemen tertentu tanpa mengetahui penyebab peningkatannya. Penanganan yang tepat bergantung pada kondisi yang mendasari, bukan sekadar membuat angka laboratorium kembali normal.
Kesimpulan
Pemeriksaan SGOT dan SGPT membantu mendeteksi kemungkinan kerusakan sel hati dan memantau kondisi tertentu yang berhubungan dengan kesehatan hati. SGOT juga dapat meningkat akibat gangguan otot atau jaringan lain, sedangkan SGPT relatif lebih spesifik terhadap hati.
Hasil pemeriksaan perlu dibaca berdasarkan nilai rujukan laboratorium dan dikaitkan dengan gejala, riwayat kesehatan, serta hasil tes lainnya. Jika kadarnya meningkat, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah pemeriksaan atau penanganan yang sesuai.
Disclaimer!
Artikel ini ditujukan semata-mata untuk informasi dan edukasi kesehatan umum. Artikel ini bukan merupakan pengganti diagnosis atau nasihat medis langsung dari dokter spesialis.
Sumber Referensi
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. AST Test.
- MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. ALT Blood Test.
- Mayo Clinic. Liver Function Tests.
- Cleveland Clinic. Liver Function Tests: Types, Purpose & Results Interpretation.
- NHS Specialist Pharmacy Service. Assessing Liver Function and Interpreting Liver Blood Tests.