Biasanya kita berpikir cek kepadatan tulang (BMD) untuk lansia. Padahal, menurut ahli ortopedi di Eka Hospital, deteksi dini penting untuk semua usia. Pemeriksaan BMD dengan DXA scan dapat mendeteksi penurunan massa tulang lebih awal sehingga pencegahan osteoporosis bisa segera dilakukan. Hasil tes BMD memberikan skor yang menunjukkan kekuatan tulang; semakin tinggi nilai mineralnya, semakin kuat tulang kita. Jika nilai BMD turun di bawah batas normal, risiko patah tulang bisa meningkat dua kali lipat per poin penurunan.
Kemenkes juga memperingatkan: osteoporosis tidak hanya masalah lansia, orang usia produktif pun perlu peduli. Tulang sebenarnya mencapai puncak kekuatan (peak bone mass) di akhir masa remaja, lalu menurun perlahan. Bila pada usia muda sudah mulai ada penurunan kepadatan tulang (misalnya karena pola hidup atau genetik), maka risiko osteoporosis di kemudian hari lebih tinggi. Oleh karena itu, periksakan BMD misalnya lewat DXA scan jika ada faktor risiko: riwayat keluarga osteoporosis, pola hidup kurang kalsium/Vit D, atau gaya hidup sedentari.
Secara sederhana, pemeriksaan kepadatan tulang membantu kita mengambil tindakan lebih awal (suplementasi kalsium, olahraga beban, perbaiki nutrisi) sebelum masalah bertambah parah. Dilansir Eka Hospital, meski tidak 100% mencegah, cek rutin BMD bisa cegah patah tulang dan postur bungkuk akibat osteoporosis. Jadi, jangan tunggu lansia—mulailah periksa tulang sejak muda supaya tulang kita tetap kuat di masa depan.
Sumber: