Menjalankan ibadah puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Selama kurang lebih 12–14 jam tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman, sehingga penting untuk memperhatikan pola makan, istirahat, dan aktivitas harian agar daya tahan tubuh tetap optimal.
Berikut beberapa cara efektif menjaga daya tahan tubuh saat puasa:
1. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur adalah “bekal energi” utama selama berpuasa. Pilih makanan yang:
- Mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
- Kaya protein (telur, ayam, ikan, tahu, tempe)
- Mengandung serat (sayur dan buah)
- Cukup lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan)
Karbohidrat kompleks membantu menjaga energi lebih lama, sedangkan protein berperan dalam memperbaiki dan menjaga fungsi sel tubuh, termasuk sistem imun.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan daya tahan tubuh. Terapkan pola minum 2-4-2:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas antara berbuka dan sebelum tidur
- 2 gelas saat sahur
Hindari minuman terlalu manis dan berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Saat Berbuka
Saat berbuka, awali dengan:
- Air putih
- Kurma (secukupnya)
- Makanan ringan yang tidak terlalu manis
Setelah itu, konsumsi makanan utama dengan komposisi gizi seimbang. Hindari langsung makan berlebihan atau terlalu banyak gorengan karena dapat membuat tubuh terasa lemas dan tidak nyaman.
4. Cukup Istirahat
Kurang tidur dapat menurunkan sistem imun. Usahakan tidur 6–8 jam per hari. Jika perlu, tambahkan power nap 20–30 menit di siang hari untuk membantu memulihkan energi.
5. Tetap Berolahraga Ringan
Puasa bukan alasan untuk tidak bergerak. Lakukan olahraga ringan seperti:
- Jalan santai
- Stretching
- Yoga ringan
Waktu terbaik adalah menjelang berbuka atau 1–2 jam setelah berbuka.
6. Kelola Stres dengan Baik
Stres berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Manfaatkan momen puasa untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan menjaga pikiran tetap positif.
7. Pertimbangkan Suplemen Jika Diperlukan
Jika diperlukan, konsumsi vitamin seperti vitamin C, vitamin D, atau zinc sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, suplemen bukan pengganti makanan bergizi.
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Menjaga daya tahan tubuh juga bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pemeriksaan laboratorium dapat membantu memantau kadar gula darah, kolesterol, fungsi hati, hingga kondisi darah secara umum.
Dengan tubuh yang sehat dan daya tahan yang optimal, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan produktif.
Baca juga : Kapan Melakukan Cek Lab Rutin Meski Merasa Sehat?
Puasa tetap lancar, tubuh tetap kuat!
Yuk, mulai terapkan pola hidup sehat selama Ramadan 🌙