Inspirasi Sehat

Hepatitis A–E: Bedanya, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahannya

Hepatitis A–E adalah infeksi hati akibat virus berbeda. Hepatitis A dan E menular melalui jalur fekal-oral (makanan/minuman tercemar feses). Sebaliknya, hepatitis B, C, dan D ditularkan lewat darah atau cairan tubuh. Hepatitis D hanya terjadi bila sudah ada infeksi hepatitis B, karena virus HDV memerlukan HBV untuk berkembang. Gejalanya juga berbeda. Hepatitis A/E biasanya muncul tiba-tiba dengan mual, diare, dan penyakit kuning, lalu sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Hepatitis B/C sering bersifat kronis tanpa gejala di awal, namun bisa merusak hati hingga sirosis atau kanker jika tak diobati. Pencegahan penting dilakukan. Vaksinasi tersedia untuk Hepatitis A dan B, lalu hindari berbagi jarum suntik, lakukan seks aman, serta jaga kebersihan pangan/minum. Meski vaksin untuk Hepatitis C/E belum ada, kebiasaan sehat (cuci tangan pakai sabun, masak makanan matang, konsumsi air bersih) menurunkan risiko penularan. Sumber: RS Pondok Indah Alodokter

Hepatitis A–E: Bedanya, Cara Penularan, dan Langkah Pencegahannya Read More »

Tips Simple Mengelola Asam Lambung saat Bulan Puasa

Naiknya asam lambung saat berpuasa sering mengganggu kenyamanan. Alodokter menyarankan beberapa cara mudah untuk mencegahnya tanpa harus membatalkan puasa. Pertama, jangan tunda buka – segera berbuka dengan makanan ringan yang kaya air (misalnya semangka atau melon) agar lambung tidak kaget. Selanjutnya, makan secukupnya dan sedikit-sedikit sejak buka hingga sahur, agar lambung lebih terkontrol dan tidak terlalu penuh. Hindari pula makanan pemicu: pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein atau soda yang melemahkan katup lambung. Ganti dengan menu netral seperti nasi, oatmeal, sayur rebus, dan daging tanpa lemak. Pastikan juga cukup minum air putih (sekitar 8 gelas sehari) saat sahur dan setelah buka, karena air membantu menetralisir asam lambung. Selain itu, tidak langsung berbaring setelah makan – beri waktu 2–3 jam sebelum tidur. Saat tidur, posisikan tubuh setengah tegak (tumpu bantal di belakang) untuk mencegah asam naik kembali. Dengan tips sederhana ini, gejala maag dapat diatasi dan puasa tetap lancar. Sumber: Alodokter Alodokter (Tips Maag Puasa)

Tips Simple Mengelola Asam Lambung saat Bulan Puasa Read More »

Olahraga Sederhana untuk Lansia: Tetap Aktif Tanpa Overload

Banyak lansia menghindari olahraga karena takut cedera. Padahal, aktivitas ringan justru krusial. HelloSehat menyebut contoh gerakan low-impact seperti jalan santai, berenang, atau tai chi yang mudah dilakukan tanpa beban berat. Lakukan olahraga aerobik ringan setidaknya 30 menit per hari selama 5 hari seminggu (total 150 menit/minggu). Gerakan sehari-hari pun bisa jadi latihan: misalnya berdiri naik-turun kursi, berjalan mundur, atau mengangkat barang ringan untuk melatih kekuatan otot. Fokus pada keselamatan. Pilih olahraga sesuai kondisi tubuh dan konsultasi dokter jika perlu. Selalu mulai dengan pemanasan singkat, gerakan perlahan, dan istirahat cukup. Dengan tips ini, lansia bisa tetap aktif secara konsisten tanpa risiko overload yang tidak perlu. Sumber: HelloSehat CDC (rekomendasi aktivitas)

Olahraga Sederhana untuk Lansia: Tetap Aktif Tanpa Overload Read More »

Infeksi Saluran Pernapasan Atas: Pencegahan dengan Pola Hidup Sehat

Menurut Alodokter, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) mudah menular lewat udara dan kontak. Untuk mencegahnya, perlu menerapkan pola hidup sehat (PHBS) secara konsisten. Misalnya, cuci tangan rutin sebelum makan dan setelah di tempat umum. Hindari merokok dan asap rokok karena dapat merusak saluran napas. Konsumsi makanan bergizi seimbang kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan, serta olahraga teratur. Langkah lain: hindari kontak dengan orang sakit ISPA, tutup mulut/hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, dan jaga kebersihan rumah/kamar tidur. Vaksinasi flu tahunan juga dianjurkan, terutama bagi anak-anak dan lansia, untuk memperkuat perlindungan. Dengan cara-cara ini, risiko tertular batuk-pilek dapat ditekan, sehingga saluran pernapasan terjaga sehat. Sumber: Alodokter (Infeksi Saluran Napas) Alodokter (ISPA)

Infeksi Saluran Pernapasan Atas: Pencegahan dengan Pola Hidup Sehat Read More »

Vaksinasi Booster COVID-19: Siapa yang Masih Disarankan Mendapatkannya?

Vaksin booster COVID-19 kini dianjurkan terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi. Di Indonesia, Kemenkes mempercepat pemberian booster untuk lansia (>60 tahun) menjadi minimal 3 bulan setelah dosis primer. Juru Bicara vaksinasi menegaskan bahwa mayoritas pasien COVID-19 yang meninggal adalah lansia dan penderita penyakit penyerta, sehingga kelompok ini sangat dianjurkan mendapat booster. Menurut CDC (AS), vaksin COVID-19 musim 2024–2025 direkomendasikan bagi hampir semua orang dewasa usia 18+, khususnya yang berusia ≥65 tahun, memiliki kondisi kesehatan kronis, atau sebelumnya belum divaksinasi lengkap. Selain itu, petugas kesehatan, penghuni panti jompo, dan ibu hamil juga didorong mengikuti dosis teranyar. Jadi, bila Anda termasuk lansia, komorbid, atau belum sempat booster, sebaiknya segera melengkapi vaksinasi untuk perlindungan optimal. Sumber: CDC (AS) ServiceKlinik (Kemenkes RI)

Vaksinasi Booster COVID-19: Siapa yang Masih Disarankan Mendapatkannya? Read More »

Perawatan Kulit Alami dari Rempah Indonesia: Jahe, Kunyit, dan Lidah Buaya

Bahan alami dari dapur bisa jadi skincare efektif. Menurut Alodokter, kunyit kaya kurkumin yang bersifat antioksidan dan antiradang, bisa mencerahkan wajah dan mengatasi jerawat. Kunyit juga merangsang produksi kolagen agar kulit lebih elastis dan bebas kerutan. Jahe juga tak kalah hebat: mengandung antioksidan yang meningkatkan kolagen dan melawan kerusakan kulit. Selain itu, sifat antiseptik jahe membantu melawan bakteri penyebab jerawat, sehingga rutin memakai masker jahe dapat mempercepat penyembuhan jerawat. Lidah buaya (aloe vera) terkenal mampu melembapkan kulit secara mendalam. Gel lidah buaya membantu menguatkan lapisan pelindung kulit (skin barrier) berkat vitamin dan antioksidannya, serta menenangkan peradangan seperti luka bakar dan sunburn. Dengan rutin memakai rempah alami ini – misalnya masker kunyit, scrub jahe, atau gel lidah buaya – kulit wajah bisa terawat tanpa iritasi. Namun, tetap uji alergi dulu sebelum pakai, dan hentikan penggunaan bila muncul reaksi merugikan. Sumber: Alodokter (Kunyit) KlikDokter (Jahe) Alodokter (Aloe vera)

Perawatan Kulit Alami dari Rempah Indonesia: Jahe, Kunyit, dan Lidah Buaya Read More »

Stunting di Anak: Penyebab, Dampak Jangka Panjang, dan Solusi Nutrisinya

Stunting terjadi saat anak gagal tumbuh optimal karena kekurangan gizi kronis. Penyebab utama stunting termasuk malnutrisi ibu hamil, kurang ASI eksklusif, serta MP-ASI berkualitas rendah (kurang protein, lemak, kalori, vitamin). Infeksi berulang dan sanitasi buruk juga memperburuk penyerapan nutrisi anak. Dampak jangka panjang stunting serius. Anak stunting umumnya mengalami keterlambatan perkembangan otak dan penurunan kemampuan kognitif. Risiko penyakit kronis dewasa (diabetes, hipertensi) juga meningkat. Kejadian stunting yang tinggi di negara kita harus jadi perhatian karena efeknya seumur hidup. Solusinya di 1000 hari pertama: penuhi gizi ibu hamil dan bayi. Berikan ASI eksklusif 6 bulan, lalu MP-ASI bergizi lengkap. Perbaiki pola makan keluarga dengan menu kaya protein hewani (ikan, ayam, telur), sayuran, buah, serta suplemen vitamin dan mineral (zinc, A) bila perlu. Jaga kebersihan lingkungan (PHBS), dan rutin cek tumbuh kembang anak ke puskesmas. Dengan intervensi gizi tepat waktu, stunting bisa ditekan dan generasi muda tumbuh sehat. Sumber: Alodokter (Stunting)

Stunting di Anak: Penyebab, Dampak Jangka Panjang, dan Solusi Nutrisinya Read More »

Tidur Siang vs Malam: Mana yang Lebih Efektif untuk Pemulihan Tubuh?

Menurut Alodokter, tidur siang singkat (10–20 menit) dapat meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, dan suasana hati karena memulihkan otak yang lelah. Penelitian juga menemukan tidur siang dapat menurunkan hormon stres (kortisol) dan menurunkan tekanan darah sementara. Namun, efek pemulihan utama tetap didapat dari tidur malam yang cukup. Kurang tidur malam mendorong produksi hormon stres berlebih, berpotensi menyebabkan kelelahan kronis jika tidak diatasi. Alodokter menekankan bahwa tidur siang berlebih justru dapat mengganggu tidur malam dan sirkadian tubuh, apalagi bagi yang memiliki insomnia. Singkatnya, tidur siang bisa membantu saat diperlukan (menambah energi, mengurangi stres), tapi tidur malam yang berkualitas tetap krusial untuk pemulihan tubuh dan pikiran jangka panjang. Pastikan tidur malam 6–8 jam setiap hari, dan gunakan tidur siang hanya sebagai suplemen bila diperlukan. Sumber: Alodokter (Tidur Siang)

Tidur Siang vs Malam: Mana yang Lebih Efektif untuk Pemulihan Tubuh? Read More »

Gangguan Mental Remaja: Bagaimana Orang Tua Bisa Memberi Dukungan?

Gangguan kesehatan mental pada remaja bisa meliputi stres berat, kecemasan, depresi, hingga pikiran negatif. Untuk mendukung anak remaja, orang tua perlu terlibat aktif dan mengedepankan komunikasi terbuka. UNICEF mendorong orang tua agar mendengarkan dengan empati: ajak bicara ringan tentang keseharian mereka, dan katakan bahwa Anda selalu siap mendengar apa pun keluhannya. Ekspresikan cinta dan dukungan tanpa menyalahkan, agar remaja merasa nyaman mengungkapkan perasaan. Selain itu, luangkan waktu berkualitas bersama anak remaja. Misalnya, tentukan rutinitas harian yang menyenangkan seperti memasak bersama atau jalan-jalan santai. Kehadiran aktif orang tua memberi sinyal bahwa anak selalu punya teman bicara saat menghadapi tekanan hidup. Menurut Kemenkes, orang tua sebaiknya selalu menunjukkan kasih sayang, memberi apresiasi, dan memperhatikan prestasi anak agar ia percaya diri dan lebih terbuka. Saat terjadi masalah atau konflik, hadapi bersama secara tenang. Hindari bertengkar saat emosi memuncak; alih-alih menghukum, cobalah berdiskusi menenangkan. Jika remaja perlu dukungan lebih lanjut, jangan ragu ajak mereka berkonsultasi dengan profesional (psikolog/psikiater). Intinya, orang tua menjadi tempat bernaung remaja: dengan kesabaran, kasih, dan dukungan, anak akan merasa kuat menghadapi tantangan mentalnya. Sumber: UNICEF Indonesia Kemenkes (AyoSehat)

Gangguan Mental Remaja: Bagaimana Orang Tua Bisa Memberi Dukungan? Read More »

Lonjakan Panas Global: Cara Melindungi Tubuh dari Heatstroke Saat Cuaca Ekstrem

Gelombang panas dapat memicu heatstroke dan gangguan kesehatan serius. WHO memberi beberapa saran kunci: cukupi asupan cairan minimal 2–3 liter per hari untuk mencegah dehidrasi. Gunakan pakaian berwarna terang dan longgar serta topi atau payung untuk menghindari paparan sinar matahari langsung. Hindari beraktivitas di luar ruangan saat matahari terik—lebih baik berlindung di tempat sejuk atau ber-AC saat puncak panas. Jangan lupa gunakan tabir surya SPF 30+ untuk melindungi kulit dari sengatan UV. Jika berada di luar rumah, beristirahatlah di tempat bernaungan secara berkala. Pantau juga tanda-tanda kecemasan seperti pusing, mual, atau kebingungan—segera cari pertolongan jika muncul gejala heatstroke. Dengan langkah sederhana ini, tubuh dapat tetap aman di tengah cuaca ekstrem. Sumber: WHO “Tips for keeping cool”

Lonjakan Panas Global: Cara Melindungi Tubuh dari Heatstroke Saat Cuaca Ekstrem Read More »

© Copyright 2023. PT. Populer Sarana Medika

Scroll to Top